Sederet Raksasa Finansial Dunia Serok Saham BBRI pada Juli 2026

Sederet Raksasa Finansial Dunia Serok Saham BBRI pada Juli 2026
Ilustrasi Saham BBRI (sumber foto : NET)

JAKARTA – Perusahaan investasi global asal Amerika Serikat, Blackrock Inc., serta bank terbesar Jerman, Deutsche Bank AG kedapatan memborong saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) saat harganya sudah terbilang murah.

Berdasarkan data Bloomberg per Jumat (24/7/2026), Blackrock Inc. secara tegas mengambil posisi beli sebanyak 31,97 juta saham BBRI sepanjang bulan Juli ini. Langkah tersebut membuat total kepemilikan Blackrock menjadi 2,64 miliar saham BBRI.

Blackrock mengumpulkan saham BRI dengan harga perolehan rata-rata sebesar Rp2.731 per saham.

Aksi borong tersebut membuat Blackrock berada di posisi floating profit, meskipun saham BBRI masih minus 19 persen year-to-date di level Rp2.950 per saham pada perdagangan siang ini.

Pada periode yang sama, Deutsche Bank AG turut mencatatkan akumulasi pembelian sebanyak 3,62 juta saham BBRI. Bank asal Jerman tersebut kini memegang erat total 92,61 juta saham Bank Rakyat Indonesia.

Data bulan Juli juga mencatat Dimensional Fund Advisors LP. melakukan net buy saham BBRI sebesar 1,21 juta saham, sementara perusahaan investasi AS Goldman Sachs membeli 206 ribu saham BBRI.

Hingga data terkini, Dimensional Fund Advisors LP. menguasai total 295 juta saham BBRI, sedangkan Goldman Sachs Group Inc. mengantongi 86,9 juta saham BRI.

Langkah pembelian oleh Blackrock Inc., Deutsche Bank, Dimensional Fund, dan Goldman Sachs dilakukan karena valuasi saham perbankan BUMN ini sudah terbilang murah. Mengacu data Bloomberg, Bank BRI saat ini memiliki PBV 1,31 kali dan PER 7,6 kali pada harga Rp2.950 per saham siang hari ini.

JPMorgan memaparkan bahwa valuasi saham BBRI saat ini berada di bawah rata-rata 5 hingga 10 tahun terakhir, sehingga menjadi sangat menarik.

Mengutip riset terbarunya, JPMorgan menaikkan rekomendasi BBRI menjadi overweight (OW) dengan target harga 12 bulan ke depan dikerek naik mencapai Rp3.400 per saham.

CLSA Sekuritas juga menilai valuasi BBRI sangat menarik pada harga saat ini. "Saham BBRI saat ini diperdagangkan pada 1,4x PB 2026CL, di bawah garis minus satu standar deviasi (1,78x) dan jauh di bawah rata-rata jangka panjang 2,12x," analisis CLSA Sekuritas sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia pada Jumat (24/7/2026) hingga pukul 15.50 WIB, saham BBRI melemah 40 poin (1,33 persen) ke level Rp2.950 per saham.

Nilai transaksi saham BBRI mencatatkan angka Rp776 miliar setelah 261 juta saham diperdagangkan dengan frekuensi sebanyak 51.312 kali transaksi.

Konsensus dari 36 analis yang dihimpun Bloomberg menghasilkan target harga saham BBRI berpotensi menyentuh Rp3.750 per saham dalam 12 bulan mendatang.

Dari total tersebut, sebanyak 27 analis kompak memberikan rekomendasi buy/beli untuk saham BBRI.

Terbaru, analis Autonomous Research Ivan Ng memberikan rekomendasi buy saham BBRI dengan target harga mencapai Rp4.000 per saham, sedangkan Erwin Wijaya menilai potensinya bisa lebih tinggi.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index