Saham Bakrie dan Prajogo Topang Indeks LQ45 Meski Turun 1,15 Persen

Saham Bakrie dan Prajogo Topang Indeks LQ45 Meski Turun 1,15 Persen
Ilustrasi saham bakrie (sumber foto : NET)

JAKARTA – Saham-saham milik Grup Bakrie serta Grup Prajogo Pangestu menjadi penyangga utama pergerakan Indeks LQ45 sepanjang kurun waktu 20–24 Juli 2026.

Emiten Grup Bakrie yakni PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) dan PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) memimpin daftar pendorong terbesar terhadap indeks, disusul emiten Grup Prajogo Pangestu seperti PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) serta PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN).

Walaupun demikian, Indeks LQ45 tetap ditutup terkoreksi 1,15% selama sepekan di tengah laju penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Merujuk pada data Bursa Efek Indonesia (BEI), LQ45 berakhir di level 614,786 atau merosot 1,15% dari posisi 621,934 pada pekan sebelumnya.

Di sisi lain, IHSG justru menguat 0,34% menuju posisi 6.196,430 dari angka 6.175,535.

Saham BUMI tampil menjadi pendorong terbesar bagi pergerakan LQ45 usai melesat 14% sepanjang pekan ini.

Melalui nilai kapitalisasi pasar berbasis free float (MCFF) yang mencapai Rp26,31 triliun, saham BUMI menyumbang 1,34 poin bagi indeks LQ45.

Urutan selanjutnya ditempati DEWA yang membumbung 21,43%.

Saham DEWA memberikan kontribusi sebesar 0,82 poin terhadap pergerakan LQ45 dengan nilai MCFF berada di angka Rp11,18 triliun.

Penyumbang terbesar berikutnya datang dari PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) yang menguat 2,54% dan menopang 0,57 poin, disusul BRPT yang bertambah 2,95% dengan kontribusi 0,52 poin, serta CUAN yang menanjak 11,11% dan memberi sumbangan 0,49 poin.

Di samping itu, saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) menyumbang 0,28 poin usai naik 3%, mengekor PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) serta PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN) yang masing-masing mendulang 0,26 poin.

Sementara itu, PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA) yang melaju 6,64% dan PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) yang meningkat 7,72% masing-masing menyumbang 0,24 poin bagi pergerakan indeks.

Berikut daftar penopang utama Indeks LQ45 sepekan (20–24 Juli 2026):

BUMI: naik 14,00%, MCFF Rp26,31 triliun, kontribusi 1,34 poin.

DEWA: naik 21,43%, MCFF Rp11,18 triliun, kontribusi 0,82 poin.

AMMN: naik 2,54%, MCFF Rp55,64 triliun, kontribusi 0,57 poin.

BRPT: naik 2,95%, MCFF Rp43,73 triliun, kontribusi 0,52 poin.

CUAN: naik 11,11%, MCFF Rp11,76 triliun, kontribusi 0,49 poin.

AMRT: naik 3,00%, MCFF Rp23,43 triliun, kontribusi 0,28 poin.

INDF: naik 2,24%, MCFF Rp29,01 triliun, kontribusi 0,26 poin.

CPIN: naik 3,53%, MCFF Rp18,08 triliun, kontribusi 0,26 poin.

AKRA: naik 6,64%, MCFF Rp9,47 triliun, kontribusi 0,24 poin.

MEDC: naik 7,72%, MCFF Rp8,08 triliun, kontribusi 0,24 poin.

Kendati Indeks LQ45 mengalami penurunan, aktivitas perdagangan saham di BEI pada periode 20–24 Juli 2026 secara keseluruhan tetap berada di zona hijau.

Sekretaris Perusahaan BEI Kautsar Primadi Nurahmad mengatakan rata-rata volume transaksi harian meningkat 66,88% menjadi 43,68 miliar saham dari 26,17 miliar saham pada pekan sebelumnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

"Selain itu, rata-rata nilai transaksi harian naik 41,21% menjadi Rp19,76 triliun dari Rp13,99 triliun, sedangkan rata-rata frekuensi transaksi harian meningkat 14,4% menjadi 2,67 juta kali transaksi dari 2,33 juta kali transaksi," kata Sekretaris Perusahaan BEI Kautsar Primadi Nurahmad sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Kapitalisasi pasar BEI juga mencatatkan kenaikan sebesar 1,13% menjadi Rp10.870 triliun dari angka Rp10.749 triliun pada pekan lalu.

Di lain pihak, investor asing masih membukukan aksi jual bersih senilai Rp1,36 triliun pada penutupan perdagangan Jumat (24/7/2026).

Secara akumulatif sepanjang tahun 2026, pemodal asing telah mencatatkan aksi jual bersih sebesar Rp79,09 triliun.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index