Saham Teknologi Bangkit, SAP Jadi Penyelamat Bursa Eropa 0,6 persen

Saham Teknologi Bangkit, SAP Jadi Penyelamat Bursa Eropa 0,6 persen
Ilustrasi Saham Teknologi (sumber foto : NET)

JAKARTA - Pasar saham Eropa mencatatkan penguatan pada hari Jumat setelah mengalami penurunan harian terdalam dalam dua pekan pada sesi sebelumnya. Kenaikan tersebut ditopang oleh laporan kinerja keuangan sejumlah emiten yang memberikan sentimen positif bagi investor.

Indeks saham regional bertambah 0,6 persen menuju level 644,67 sekaligus membukukan tren positif selama dua minggu berturut-turut. Katalis utama penguatan pasar berasal dari bursa Jerman berkat lonjakan saham SAP sebesar 10 persen.

Sektor teknologi secara akumulatif mendaki 1,7 persen usai sebelumnya sempat mengalami tekanan akibat rilis laporan keuangan yang kurang memuaskan. Dalam dinamika pasar belakangan ini, pelaku pasar terus berupaya menyeimbangkan potensi kecerdasan buatan dengan valuasi tinggi.

Analis Deutsche Bank pimpinan Jim Reid menyampaikan bahwa tantangan terbesar perusahaan teknologi saat ini terletak pada belanja modal yang melampaui arus kas bebas. Sepanjang tahun berjalan, sektor teknologi Eropa telah menanjak hampir 17 persen.

Kendati demikian, saham sektor minyak dan gas gagal memanfaatkan posisi harga minyak Brent yang bertahan di atas US$100 per barel. Tekanan sektor ini terutama dipicu oleh kejatuhan harga saham Neste sebesar 6,4 persen.

Chris Beauchamp selaku Analis Pasar IG mengungkapkan bahwa pasar kini bergerak dari ekspektasi pertumbuhan ekonomi lemah menuju potensi resesi sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Sementara itu, tiga pejabat Bank Sentral Eropa mengindikasikan bahwa otoritas moneter masih membuka peluang penyesuaian suku bunga lanjutan akibat tekanan inflasi. Data pasar menunjukkan probabilitas sekitar 70 persen untuk satu kali kenaikan lanjutan sebelum akhir tahun 2026.

Di belahan lain, pemerintah Amerika Serikat menerapkan kebijakan tarif baru sebesar 10 persen dan 12,5 persen terhadap puluhan negara mitra dagang. Langkah proteksionisme tersebut resmi diberlakukan menyusul berakhirnya ketentuan tarif global sementara sebesar 10 persen.

Pada perdagangan saham individual, Volkswagen mengalami koreksi sekitar 1 persen akibat pemangkasan proyeksi laba kuartal II sebesar 9,5 persen. Sebaliknya, Valmet mencatatkan rekor lonjakan harian tertinggi sebesar 22 persen menyusul rencana restrukturisasi bisnis.

Sementara itu, saham Securitas merosot hingga 11 persen pasca pengumuman perolehan laba inti kuartal II yang meleset dari estimasi pasar. Penurunan tajam tersebut menjadi rekor terburuk harian sejak bulan Agustus 2006.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index