Emiten Lo Kheng Hong GJTL Raih Omzet Rp 9 Triliun dan Laba Naik 76 persen

Emiten Lo Kheng Hong GJTL Raih Omzet Rp 9 Triliun dan Laba Naik 76 persen
Ilustrasi saham gjtl (sumber foto : NET)

JAKARTA – Emiten portofolio Lo Kheng Hong, PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) telah merilis laporan keuangan untuk semester I-2026.

Emiten produsen ban berkode saham GJTL tersebut mengantongi penjualan bersih sebesar Rp 8,99 triliun (hampir Rp 9 triliun) pada enam bulan pertama tahun ini, naik 5,5% dibandingkan Rp 8,52 triliun pada periode yang sama tahun 2025.

Sementara itu, beban pokok penjualan hanya mengalami kenaikan sebesar 2,3% menjadi Rp 7,09 triliun dari nilai sebelumnya yaitu Rp 6,93 triliun.

Kondisi tersebut membuat laba kotor Gajah Tunggal membukukan angka Rp 1,90 triliun, atau tumbuh sebesar 20% dari Rp 1,58 triliun pada enam bulan pertama tahun sebelumnya.

Untuk laba sebelum pajak, Gajah Tunggal mencatatkan angka sebesar Rp 1,01 triliun, yang melesat 73% dari sebelumnya Rp 584,31 miliar.

Di sisi lain, laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk melonjak 76% menjadi Rp 796,36 miliar, dari periode sebelumnya yang sebesar Rp 450,50 miliar.

Per 30 Juni 2026, laba per saham meningkat menjadi Rp 229, di mana pada periode yang sama tahun lalu berada pada posisi Rp 129.

Total aset milik Gajah Tunggal hingga akhir Juni 2026 menyentuh Rp 23,59 triliun dengan jumlah kas dan setara kas sebesar Rp 859 miliar, sedangkan nilai liabilitasnya mencapai Rp 12,58 triliun.

Pada perdagangan Jumat (24/7/2026), saham Gajah Tunggal ditutup terkoreksi 2,19% menuju level Rp 1.115.

Melihat valuasinya, saham GJTL tergolong atraktif lantaran memiliki rasio price to book value (PBV) sebesar 0,35 kali. Rasio tersebut membandingkan harga saham di pasar terhadap nilai buku per lembar sahamnya, di mana data aplikasi Stockbit Sekuritas mencatat nilai buku per saham GJTL berada di kisaran Rp 3.150.

Adapun rasio price earning ratio (PER) Gajah Tunggal tercatat sebesar 2,44 kali (annualized), yang memperhitungkan perbandingan harga saham pasar dengan laba per saham yang disetahunkan.

Lo Kheng Hong sendiri terpantau masih aktif mengoleksi saham Gajah Tunggal. Merujuk data Kustodian Sentral Efek Indonesia per 22 Juli 2026, kepemilikan saham Lo Kheng Hong bertambah 200 ribu saham sehingga totalnya menjadi 239.920.900 (6,88%) saham Gajah Tunggal.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index