JAKARTA - PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) menunjukkan kesiapan sarana yang menjadi fondasi perkembangan bisnis gas bumi di kawasan Sumatra serta Kepulauan Riau.
Emiten dengan kode saham PGAS di Bursa Efek Indonesia ini membawa investor ritel utamanya guna meninjau secara langsung sarana operasi gas bumi di Sumatra Utara.
Direktur Infrastruktur serta Teknologi PGN, dari Sumbernya mengungkapkan bahwa agenda ini berusaha menyajikan gambaran utuh mengenai pengelolaan sarana, keandalan pasokan, serta prospek pengembangan pasar gas bumi yang akan makin diperkuat lewat berbagai proyek strategis.
Termasuk dukungan terhadap pembangunan Pipa Transmisi Sumatera Utara–Riau (Sutri) yang dilakukan oleh Kementerian Energi serta Sumber Daya Mineral (ESDM).
Pengembangan jaringan itu diharapkan makin meningkatkan konektivitas pasokan sekaligus membuka kesempatan pemanfaatan gas bumi di berbagai pusat pertumbuhan ekonomi.
Adapun, hingga April 2026, PGN melalui Sales and Operation Region I (SOR I) menyalurkan gas bumi sebesar sekitar 147 BBTUD kepada lebih dari 136.000 pelanggan di kawasan Sumatra serta Kepulauan Riau.
Dari Sumbernya mengatakan kawasan ini memiliki karakteristik pasar yang saling mengisi, yaitu pelanggan industri berkapasitas besar (high volume anchor) di Batam serta pasar dengan tingkat penetrasi tinggi (high penetration market) di Palembang serta Medan.
“Kombinasi karakteristik pasar tersebut menjadi kekuatan bagi PGN dalam menjaga pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan, sekaligus menciptakan portofolio pelanggan dengan profil risiko yang lebih terukur,” ujar dari Sumbernya melalui keterangan tertulis, Selasa (14/7/2026).
Dari sisi sarana, operasi PGN di Sumatera Utara juga ditunjang jaringan yang dikelola oleh anak usaha, PT Pertamina Gas Operation North Sumatera Area (ONSA).
Jaringan tersebut terintegrasi dengan berbagai sumber pasokan dalam negeri, termasuk regasifikasi LNG Arun serta pasokan dari sejumlah blok hulu, yang selanjutnya didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan pembangkit listrik, kawasan industri, hingga sektor pupuk.
Pengembangan Pipa Transmisi Sumatera Utara–Riau akan menjadi langkah strategis dalam memperkuat konektivitas jaringan gas di Pulau Sumatera.
Jaringan transmisi tersebut akan menghubungkan wilayah Sumatera bagian utara, tengah, hingga selatan sehingga memperluas fleksibilitas penyaluran gas bumi dari Aceh sampai Lampung.
“Bagi PGN, integrasi jaringan gas bumi memberikan fleksibilitas yang lebih tinggi dalam mengelola pasokan sekaligus membuka akses terhadap sumber gas baru. Dengan sistem yang semakin terhubung, pemanfaatan gas domestik dapat dioptimalkan untuk memenuhi kebutuhan berbagai sektor ekonomi secara lebih andal dan efisien,” jelas dari Sumbernya.
Selain memperkuat konektivitas antar daerah, PGN saat ini juga mengoperasikan jaringan pipa gas bumi dengan panjang sekitar 1.834 kilometer yang melayani pelanggan rumah tangga, pelanggan kecil, pelanggan komersial serta industri di wilayah Sumatra bagian Utara.
Keberadaan fasilitas offtake station, seperti Pasar IX, turut meningkatkan fleksibilitas distribusi sekaligus mendukung efisiensi pengembangan jaringan gas di masa depan.
Dari Sumbernya menambahkan, penguatan jaringan transmisi serta distribusi merupakan bagian dari strategi jangka panjang PGN untuk mengoptimalkan pemanfaatan gas bumi dalam negeri.
Strategi tersebut didukung oleh integrasi sarana pipa serta nonpipa, termasuk CNG serta LNG, sehingga PGN mampu menjangkau kebutuhan pelanggan yang semakin beragam di berbagai wilayah.
“Sumatra dan Kepulauan Riau memiliki potensi pertumbuhan industri yang menjanjikan. Dengan jaringan yang semakin terintegrasi, pasokan yang andal, serta portofolio infrastruktur yang terus berkembang, PGN optimistis dapat memperluas pemanfaatan gas bumi, memperkuat pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan, sekaligus menciptakan nilai tambah jangka panjang bagi para pemegang saham,” tutup dari Sumbernya