Saham Chip Global Anjlok, Investor Ramai-Ramai Ambil Untung

Saham Chip Global Anjlok, Investor Ramai-Ramai Ambil Untung
Saham SK Hynix merosot lebih dari 15% pada perdagangan Senin (13/7) setelah aksi ambil untung investor. (Sumber Foto: NET)

JAKARTA - Saham raksasa chip memori kecerdasan buatan (AI) asal Korea Selatan, SK Hynix, merosot melebihi 15% pada perdagangan Senin (13/7).

Penurunan ini merupakan yang paling besar dalam kurun waktu hampir dua dekade, sesudah penanam modal berbondong-bondong mengambil keuntungan pasca reli serta debut perusahaan di bursa Amerika Serikat (AS) Nasdaq pekan lalu.

Saham SK Hynix yang diperdagangkan di Amerika Serikat melalui American Depositary Receipts (ADR) pun ikut tertekan.

Pada perdagangan awal, saham tersebut turun 7,9% ke level US$154,7 setelah sempat melonjak melebihi 12% saat debut di Nasdaq pada Jumat lalu.

Tindakan jual tidak cuma menimpa SK Hynix.

Saham Samsung Electronics pun melemah, sehingga memacu indeks Kospi Korea Selatan anjlok 9%.

Kejatuhan itu bahkan memicu trading halt selama 20 menit.

Tekanan pun menjalar ke saham produsen chip di Amerika Serikat.

Micron Technology turun 6,4%, SanDisk merosot 8,4%, serta Western Digital melemah 6,8%.

Sementara itu, indeks semikonduktor Philadelphia (SOX) terkoreksi 3,6%.

Sesudah perdagangan kembali dibuka, pasar saham Korea Selatan masih meneruskan pelemahan.

Kondisi itu terjadi walaupun Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung kembali menegaskan pemerintah bakal mempercepat proyek pembangunan pabrik chip bernilai ratusan miliar dolar AS yang telah direncanakan Samsung serta SK Hynix.

Pekan lalu, SK Hynix sukses menghimpun dana melebihi US26miliarlewatpenjualanADRdenganhargaUS149 per lembar.

Langkah itu dilakukan sesudah harga saham perusahaan di Korea Selatan melonjak melebihi tiga kali lipat sepanjang tahun ini.

Saat perdana kali diperdagangkan di Nasdaq, ADR SK Hynix dibuka 14% di atas harga penawaran pada level US170sebelumditutupdiUS168 pada hari perdana perdagangan.

Presiden sekaligus CEO Ladenburg Thalmann Asset Management, Phil Blancato, menilai tindakan jual saat ini lebih banyak dipicu oleh penanam modal yang merealisasikan keuntungan sesudah reli panjang.

"Saham chip memori telah naik sangat tinggi sehingga wajar jika ada aksi ambil untung. Namun saya tidak melihat ini sebagai akhir dari tren kenaikannya," kata Blancato, dikutip dari Sumbernya, Selasa (14/7/2026).

Ia menambahkan, permintaan terhadap chip AI masih sangat kuat.

"Siklus permintaan masih sangat kuat dan saya rasa belum mencapai puncaknya. Permintaan dari berbagai perusahaan diperkirakan akan terus berlanjut hingga akhir 2027 bahkan awal 2028," ujarnya.

Walaupun demikian, sejumlah analis mulai cemas dengan besarnya investasi pembangunan kapasitas produksi chip di Korea Selatan.

Mereka menilai tambahan kapasitas pada 2027 serta 2028 berpotensi mengubah kondisi pasar dari kekurangan pasokan menjadi kelebihan pasokan.

Analis ekuitas Morningstar, Jing Jie Yu, mengatakan peningkatan kapasitas produksi diperkirakan bakal memperbaiki pasokan, namun di sisi lain dapat menekan harga chip.

"Skenario dasar kami menunjukkan kapasitas baru yang mulai beroperasi secara penuh pada 2027 dan 2028 akan memperbaiki dinamika pasokan, sehingga memicu penurunan harga," katanya.

Namun, CEO SK Hynix Kwak Noh-jung membantah kekhawatiran itu.

Ia mengatakan industri chip memori justru menuju kekurangan pasokan paling parah pada 2027.

Menurutnya, permintaan chip memori akan terus melampaui kemampuan produksi perusahaan sampai memasuki dekade berikutnya.

Di sisi lain, saham-saham sektor chip memang mengalami awal Juli yang berat.

Penanam modal mulai mempertanyakan tingginya valuasi perusahaan semikonduktor serta keberlanjutan ledakan belanja AI (AI capex).

Direktur Morningstar, Lorraine Tan, mengatakan adopsi AI memang terus menanjak, namun kemampuan perusahaan untuk menghasilkan keuntungan masih menjadi tanda tanya.

"Meski adopsi kecerdasan buatan terus meningkat, monetisasinya masih belum pasti dan profitabilitas pemain utama seperti OpenAI tampak berada di bawah tekanan," ujarnya.

Volatilitas saham SK Hynix sendiri menanjak tajam sepanjang tahun ini.

Banyak penanam modal global bertaruh pada lonjakan laba perusahaan berkat kelangkaan chip High Bandwidth Memory (HBM) yang dipakai di pusat data AI.

Sebagian besar transaksi bahkan dilakukan lewat exchange traded fund (ETF) berleverage yang memperbesar potensi keuntungan sekaligus kerugian.

Di Hong Kong, ETF saham tunggal SK Hynix yang diterbitkan CSOP serta menawarkan leverage dua kali lipat terhadap pergerakan saham anjlok melebihi sepertiga nilainya pada Senin.

Penurunan itu merupakan yang paling besar sejak produk tersebut diluncurkan pada Oktober tahun lalu.

Walaupun saham SK Hynix di Seoul jatuh tajam, ADR perusahaan di Amerika Serikat masih diperdagangkan dengan premi sekitar 25,6% dibanding harga saham domestiknya.

Analis lintas aset sekaligus pendiri Coin Bureau, Nic Puckrin, mengatakan kondisi itu lumrah terjadi karena ADR memberikan akses langsung kepada penanam modal Amerika Serikat untuk perdana kalinya.

"Wajar jika ADR diperdagangkan dengan premi karena memberikan akses langsung kepada investor AS terhadap saham tersebut. Meski sebagian investor memanfaatkan peluang arbitrase, transaksi seperti ini biasanya akan semakin padat dan harga akhirnya kembali seimbang, sehingga premi tersebut kemungkinan tidak akan bertahan selamanya," kata Puckrin.

Sementara itu, analis senior NH Investment & Securities, Ryu Young-ho, menilai tindakan ambil untung sesudah pencatatan saham di AS menjadi penyebab utama tekanan terhadap SK Hynix.

Sentimen pasar juga melemah karena penanam modal mulai berhati-hati menjelang laporan keuangan kuartal II perusahaan.

Menurut Ryu, pasar sebelumnya memperkirakan pengiriman chip HBM4 SK Hynix bakal menanjak mulai kuartal II.

Namun, peningkatan itu belum terlihat dalam skala besar.

Ia juga mengatakan penanam modal mulai menurunkan ekspektasi laba karena SK Hynix yang mempunyai eksposur lebih besar terhadap pasar HBM diperkirakan memperoleh manfaat yang lebih kecil dibanding kenaikan harga chip DRAM konvensional.

Berdasarkan data Counterpoint Research, SK Hynix masih memimpin pasar chip HBM global dengan pangsa pendapatan sebesar 58% pada kuartal I.

Sementara Samsung Electronics serta Micron Technology masing-masing menguasai pangsa 21%.

Chip HBM menjadi komponen krusial dalam sistem kecerdasan buatan serta dipakai oleh perusahaan teknologi besar seperti Nvidia maupun Google.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index