JELI Targetkan Kinerja Tinggi, Siapkan Dividen hingga 30 Persen

JELI Targetkan Kinerja Tinggi, Siapkan Dividen hingga 30 Persen
Saham PT Niramas Utama Tbk (JELI) turun 14,72 persen pada pembukaan perdagangan Senin (13/7/2026). (Sumber Foto: NET)

JAKARTA - Saham PT Niramas Utama Tbk (JELI) mengalami penurunan pada perdagangan Senin (13/7/2026).

Pada sesi pembukaan, saham perusahaan pembuat makanan dan minuman pencuci mulut dengan label INACO itu susut 14,72 persen menjadi Rp1.275 per lembar setelah sebelumnya mencetak penguatan sampai menyentuh Auto Reject Atas (ARA) selama tiga hari berturut-turut semenjak resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Walaupun terkoreksi, nilai saham JELI masih bertengger di atas harga penawaran umum perdana (IPO) sejumlah Rp900 per lembar.

Pada sisi fundamental, Perusahaan terus menjalankan rencana pertumbuhan jangka panjang sebagaimana dipaparkan dalam prospektus IPO.

Direktur PT Niramas Utama Tbk, Adhi Lukman, menuturkan salah satu strategi Perusahaan adalah agenda pembagian dividen tunai mulai dari laba tahun buku 2026 dengan rasio maksimal 30 persen dari laba bersih setelah penyisihan cadangan wajib.

Ketentuan tersebut akan senantiasa memperhatikan kondisi keuangan Perusahaan, kebutuhan perluasan usaha, serta persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

"Berdasarkan laba bersih tahun buku 2025 sebesar Rp39,03 miliar, JELI membukukan laba per saham (earnings per share/EPS) sebesar Rp30,83. Dengan asumsi rasio pembayaran dividen sebesar 30 persen dari laba bersih, potensi dividen diperkirakan mencapai sekitar Rp9,25 per saham atau setara dividend yield sekitar 0,73 persen pada harga saham Rp1.275. Pada level tersebut, saham JELI diperdagangkan dengan price to earnings ratio (PER) sekitar 41,4 kali," ujar Adhi dari Sumbernya pada, Selasa (14/7/2026).

Selaras dengan agenda ekspansi, Perusahaan mematok target peningkatan pendapatan sebesar 26 persen pada 2026 melalui penambahan kapasitas produksi, penguatan jaringan distribusi, serta pengembangan produk anyar.

Dengan asumsi kenaikan laba seirama dengan target pendapatan, laba bersih diproyeksikan berpotensi melonjak menjadi sekitar Rp49,17 miliar dengan EPS sekitar Rp38,84 per lembar.

Pada nilai saham saat ini, valuasi Perusahaan diperkirakan berada pada rentang PER sekitar 32,8 kali.

Sementara itu, apabila kebijakan pembagian dividen sampai 30 persen terus diterapkan, potensi dividen diperkirakan naik menjadi sekitar Rp11,66 per lembar atau setara dividend yield sekitar 0,91 persen.

Adhi Lukman melanjutkan, kepercayaan pemodal menjadi pemicu bagi Perusahaan untuk terus memperbaiki kinerja operasional serta menciptakan nilai jangka panjang.

"Kami percaya bahwa ini menjadi amanah bagi Perseroan untuk terus menjaga pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan, memperkuat kinerja, dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham. Komitmen kami untuk membagikan dividen hingga 30 persen dari laba bersih merupakan bagian dari upaya menciptakan keseimbangan antara pertumbuhan usaha dan peningkatan imbal hasil bagi investor," lanjut Adhi.

Sekadar informasi, dana perolehan IPO akan dimanfaatkan untuk menambah kapasitas produksi gummy candy dan produk jelly, memperkuat sarana logistik dan pergudangan, melunasi sebagian utang bank, serta menunjang kebutuhan modal kerja.

Perusahaan menilai langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas operasional serta mendukung pengembangan bisnis di pasar lokal maupun ekspor.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index