IHSG Diprediksi Lanjut Menguat, Cek 5 Saham Potensial Hari Ini

IHSG Diprediksi Lanjut Menguat, Cek 5 Saham Potensial Hari Ini
IHSG diperkirakan menguat dengan potensi uji resistance di level 6.080-6.120 pada Selasa, 14 Juli 2026. (Sumber Foto: NET)

JAKARTA - Phintraco Sekuritas memproyeksikan indeks harga saham gabungan (IHSG) akan terus tancap gas pada transaksi Selasa (14/7/2026).

IHSG saat ini akan bergerak di area resistance 6.120, pivot 6.000, serta support 5.950.

Phintraco Sekuritas menyarankan lima saham yang berpeluang memberikan keuntungan, salah satunya BBNI.

Phintraco Sekuritas memaparkan, IHSG sebelumnya ditutup naik pada posisi 6.037,84 (1,92%).

Total volume dan nominal transaksi cenderung naik jika dibandingkan dengan pekan lalu.

Secara teknikal, IHSG sudah berhasil menembus di atas angka 6.000 serta ditutup di atas posisi MA5, MA10 dan MA20.

“Selanjutnya, IHSG hari ini berpotensi uji level resistance di 6.080-6.120. Namun perlu diwaspadai sentimen negatif kenaikan harga minyak yang dapat membebani penguatan indeks,” tulis dari Sumbernya dalam risetnya, Selasa (14/7/2026).

Dari Sumbernya menyatakan, sentimen menggembirakan datang dari S&P Global Ratings yang mempertegas peringkat kredit jangka panjang Indonesia pada ‘BBB’ dan jangka pendek pada ‘A-2’.

Outlook peringkat jangka panjang tetap dipelihara pada ‘Stabil’.

Pihak tersebut menilai bahwa penurunan kondisi fiskal dan eksternal Indonesia hanya sementara dan berpeluang membaik seiring lonjakan harga komoditas serta usaha pemerintah menambah pendapatan negara.

Menurut dari Sumbernya, prospek yang dijaga stabil menggambarkan ekspektasi bahwa pendapatan ekspor bakal tumbuh sejalan dengan kenaikan harga komoditas.

“Dengan dipertahankannya peringkat Indonesia ini diharapkan akan meningkatkan kepercayaan investor terhadap pasar saham domestik sehingga kembali mendorong adanya arus masuk modal asing dan menjadi katalis positif bagi rebound lanjutan IHSG hari ini,” papar dari Sumbernya.

Phintraco Sekuritas menuturkan, S&P memprediksi ekonomi Indonesia masih sanggup tumbuh 5,1% pada 2026, sebelum mencatatkan kenaikan rata-rata 4,9% per tahun sepanjang 2026–2029.

Ramalan tersebut didukung oleh belanja fiskal, program hilirisasi, serta peningkatan pengaturan sektor sumber daya alam.

“Namun S&P juga mengingatkan bahwa perubahan kebijakan yang berlangsung cepat dan ketidakpastian implementasi masih berpotensi memengaruhi kepercayaan investor serta menekan pasar keuangan dan nilai tukar Rupiah,” tambah dari Sumbernya.

Dari Sumbernya mengusulkan lima saham calon untung, yaitu BBNI, BBCA, BMRI, TLKM dan ASII.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index