JAKARTA – PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI) resmi melakukan pencatatan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (8/7/2026).
Pada perdagangan perdana hingga pukul 09.01 WIB, harga saham EMMI tercatat naik 11,7 persen ke posisi Rp 525 per saham.
Perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan alat laboratorium, farmasi, dan kedokteran ini menjadi emiten kelima yang mencatatkan diri di BEI pada tahun 2026.
EMMI menawarkan 522.857.000 saham baru atau 30 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah proses IPO.
Harga penawaran ditetapkan sebesar Rp 470 per saham, sehingga total nilai penawaran mencapai Rp 245,74 miliar.
Dana hasil IPO, setelah dikurangi biaya emisi, akan digunakan untuk memperkuat struktur keuangan serta mendukung pengembangan usaha perseroan.
Sebesar Rp 50 miliar akan digunakan untuk pembayaran sebagian pokok pinjaman, sementara sekitar 6,4 persen dialokasikan untuk belanja modal pembangunan gedung pabrik Cikupa.
Sekitar 72,3 persen dana lainnya akan digunakan untuk modal kerja, mencakup pembelian barang proyek, softloan, dan bahan baku penunjang operasional bisnis.
Direktur Utama Esa Medika Mandiri, Florian Chris Widjaja, menyatakan bahwa penguatan modal kerja dan kapasitas usaha sangat krusial seiring tingginya kebutuhan fasilitas kesehatan terhadap alat medis yang berkualitas.
EMMI melihat ruang pertumbuhan kebutuhan alat kesehatan nasional masih sangat luas, didorong oleh modernisasi rumah sakit serta penguatan industri kesehatan dalam negeri.
"Dengan pengalaman lebih dari 25 tahun, jaringan distribusi nasional, fasilitas manufaktur lokal, serta kemitraan dengan berbagai prinsipal alat kesehatan, perseroan berada pada posisi yang baik untuk menangkap peluang tersebut," ujar Florian sebagaimana dilansir dari sumber berita.
Portofolio Esa Medika Mandiri mencakup peralatan medis untuk mendukung layanan kritikal di ruang operasi, ICU, IGD, hingga sistem sterilisasi.
Perseroan telah melayani lebih dari 200 rumah sakit dan fasilitas kesehatan di Indonesia dengan dukungan satu kantor pusat, dua pabrik, empat kantor perwakilan, serta tenaga pemasaran di berbagai wilayah.
"Dengan platform distribusi nasional ini, perseroan menargetkan dapat menjangkau lebih banyak rumah sakit dan fasilitas kesehatan, sekaligus memperluas pangsa pasar di segmen alat kesehatan," kata Florian sebagaimana dilansir dari sumber berita.
Ke depannya, EMMI akan terus melanjutkan strategi pertumbuhan dengan mengembangkan lini produk lokal, memperluas jaringan distribusi, serta memperkuat kerja sama dengan mitra strategis.