JAKARTA – PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI) menyatakan bahwa Penawaran Umum Perdana Saham (Initial Public Offering/IPO) perseroan mendapatkan respons yang positif dari para investor.
Hingga berakhirnya masa penawaran umum, perseroan sukses mencatatkan kelebihan permintaan (oversubscription) lebih dari 14 kali.
Hasil ini menunjukkan tingginya minat serta kepercayaan investor terhadap fundamental bisnis, prospek pertumbuhan, dan arah strategis perseroan.
Dalam IPO ini, perseroan menawarkan 522.857.000 saham baru dengan harga Rp470 per saham, sehingga mampu menghimpun dana sekitar Rp245,74 miliar sebelum dikurangi biaya emisi sebagaimana dilansir dari sumber berita.
Pada masa penawaran umum, permintaan investor pada porsi Penjatahan Terpusat tercatat mencapai lebih dari 15 Juta lot, atau lebih dari 14 kali lipat dari jumlah saham yang dialokasikan sesuai ketentuan.
Direktur Utama PT Esa Medika Mandiri Tbk, Florian Chris Widjaja, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan oleh para investor.
"Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dan antusiasme investor terhadap IPO EMMI. Pencapaian oversubscription pada Penjatahan Terpusat merupakan bentuk kepercayaan pasar terhadap fundamental bisnis serta prospek jangka panjang Perseroan. Momentum ini menjadi semangat bagi kami untuk terus bertumbuh secara berkelanjutan, memperkuat daya saing, serta menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham dan pemangku kepentingan," ujar Florian sebagaimana dilansir dari sumber berita.
Sebagai perusahaan terbuka, perseroan berkomitmen memperkuat implementasi Good Corporate Governance (GCG) melalui prinsip transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi, dan kewajaran.
Tata kelola perusahaan yang baik diyakini sebagai fondasi utama dalam membangun kepercayaan investor serta menciptakan pertumbuhan yang sehat.
Perseroan juga menjadikan keberlanjutan (sustainability) sebagai bagian integral dari strategi bisnis jangka panjang.
Komitmen ini diwujudkan melalui penyediaan produk alat kesehatan berkualitas, pengembangan sumber daya manusia, serta penerapan praktik bisnis yang bertanggung jawab.
"Ke depan, kami akan terus menjaga kepercayaan investor melalui kinerja yang konsisten, disiplin dalam mengeksekusi strategi bisnis, penerapan Good Corporate Governance yang kuat, serta komitmen terhadap prinsip keberlanjutan. Kami optimistis langkah menjadi perusahaan terbuka akan membuka peluang yang lebih besar bagi Perseroan untuk tumbuh secara sehat, berkelanjutan, dan memberikan manfaat bagi seluruh pemegang saham dan pemangku kepentingan," tutur Florian sebagaimana dilansir dari sumber berita.
Dana hasil IPO nantinya akan digunakan untuk mendukung modal kerja, pengembangan kapasitas usaha, serta memperkuat struktur permodalan guna mendukung ekspansi bisnis.
Perseroan dijadwalkan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada Rabu (8/7/2026) dengan kode saham EMMI.
Momentum ini diharapkan dapat memperkuat posisi perusahaan di industri alat kesehatan nasional serta mempercepat implementasi strategi pertumbuhan yang berkelanjutan.