Segera Berakhir, Antrean Investor IPO Saham RANS Tembus Sejuta

Segera Berakhir, Antrean Investor IPO Saham RANS Tembus Sejuta
Ilustrasi: Antrean investor IPO saham PT Rans Entertainment Indonesia Tbk telah mencapai lebih dari satu juta SID. (Foto: NET)

JAKARTA – Panggilan terakhir bagi para calon investor yang berminat membeli saham perdana dari Initial Public Offering (IPO) PT Rans Entertainment Indonesia Tbk (RANS). Masa penawaran umum IPO RANS resmi ditutup hari ini, Rabu, 8 Juli 2026, tepat pada pukul 09.00 WIB.

Hingga Selasa, 7 Juli 2026 pukul 23.00 WIB, tercatat lebih dari 1.058.664 single investor identification (SID) telah mengantre untuk mendapatkan saham perusahaan milik Raffi Ahmad tersebut. RANS menawarkan sebanyak 2,525 miliar saham baru, atau setara 20,02 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh, dengan harga Rp170 per saham.

Distribusi saham dijadwalkan berlangsung pada 9 Juli 2026, diikuti dengan debut perdagangan perdana di Bursa Efek Indonesia pada 10 Juli 2026. Semesta Indovest Sekuritas dalam risetnya pada 3 Juli 2026 menilai kekuatan utama RANS terletak pada ekosistem bisnis yang terintegrasi untuk mengoptimalkan pertumbuhan industri konten digital.

RANS tidak sekadar mengandalkan media digital, tetapi juga membangun model usaha yang menghubungkan konten, kekayaan intelektual, manajemen bakat, acara, hingga sektor konsumsi. Model bisnis ini ditopang oleh basis audiens digital yang besar serta pergeseran struktural konsumsi media ke arah platform digital.

Meski demikian, perusahaan sempat menghadapi tantangan kinerja keuangan sepanjang 2025 dengan pendapatan turun 13,9 persen menjadi Rp353,4 miliar. Penurunan ini dipicu oleh merosotnya pendapatan dari lini manajemen bakat sebesar 51,5 persen serta dampak divestasi PT RPKSB pada 2024.

Laba bersih perusahaan terkontraksi 38,8 persen menjadi Rp61 miliar, dengan margin laba bersih yang menyusut ke angka 16 persen dari sebelumnya 23,6 persen. Kendati begitu, Semesta Indovest Sekuritas mencatat struktur pendapatan RANS tetap terdiversifikasi dengan baik melalui berbagai lini bisnis.

Melalui IPO ini, RANS menargetkan perolehan dana sekitar Rp429,25 miliar untuk memperkuat ekspansi bisnis. Dana tersebut akan digunakan untuk mendanai tur konser musik, akuisisi saham Rans Kosmetik Indonesia, pengembangan wahana Cipungland, serta pembentukan perusahaan AI.

Prospek industri konten digital di Indonesia dinilai menarik seiring proyeksi jumlah pengguna internet yang mencapai 235,3 juta jiwa pada 2026. Penetrasi internet diperkirakan menyentuh 81,7 persen dengan belanja iklan digital diproyeksikan mencapai US$3,23 miliar pada 2025.

Selain itu, RANS memiliki keunggulan kompetitif berupa sinergi antarunit usaha yang menghubungkan performa konten digital dengan aktivitas bisnis offline. Sinergi ini memungkinkan perusahaan mengoptimalkan monetisasi dari berbagai kanal, mulai dari sponsorship hingga penjualan produk konsumen.

Namun, Semesta Indovest Sekuritas juga mengingatkan investor terkait sejumlah risiko yang membayangi perusahaan. "Salah satunya adalah tingginya ketergantungan bisnis terhadap figur Raffi Ahmad dan Nagita Slavina beserta keluarga yang selama ini menjadi daya tarik utama konten dan kerja sama komersial," sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Selain itu, persaingan industri konten digital yang semakin ketat dan cepatnya perubahan algoritma platform menjadi tantangan tersendiri bagi RANS. Perusahaan dituntut untuk terus berinovasi guna mempertahankan trafik dan peluang monetisasi di masa mendatang.

Dari sisi valuasi, rasio harga terhadap laba atau price to earnings ratio (PER) RANS berada di level 37,8 kali, masih di bawah rata-rata emiten sejenis sebesar 63,5 kali. Adapun tingkat pengembalian ekuitas atau return on equity (ROE) RANS tercatat sebesar 17,9 persen, melampaui rata-rata industri yang berada di angka 11,7 persen.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index