JAKARTA – PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (Mitratel) melakukan revisi terhadap jadwal pembagian dividen tunai untuk tahun buku 2025. Perubahan jadwal ini diikuti oleh pelemahan harga saham MTEL pada perdagangan Selasa (7/7/2026), yang berdampak pada peningkatan yield dividen.
Manajemen MTEL secara resmi mengumumkan pengunduran batas akhir perdagangan saham yang berhak atas dividen (cum date) di pasar reguler dan negosiasi. Jadwal yang semula ditetapkan pada Senin (6/7/2026) diundur dua hari menjadi Rabu (8/7/2026).
Mitratel menetapkan total dividen tunai sebesar Rp2,08 triliun, atau setara dengan Rp25,65 per saham. Angka ini mencerminkan dividend payout ratio (DPR) sekitar 98 persen dari total laba bersih tahun buku 2025 yang mencapai Rp2,12 triliun.
Direktur Utama PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk, Theodorus Ardi Hartoko, mengungkapkan bahwa kinerja sepanjang tahun 2025 menunjukkan fundamental bisnis yang solid sebagai landasan pertumbuhan masa depan. "Kami terus menjaga keseimbangan antara penciptaan nilai bagi pemegang saham melalui dividen yang konsisten, investasi pada peluang pertumbuhan baru, dan transformasi menuju Next Generation Tower Company. Kami optimistis dapat terus memperkuat kepemimpinan Mitratel sebagai perusahaan infrastruktur digital terdepan di Indonesia dan Asia Tenggara," sebagaimana dilansir dari sumber berita.
Pada perdagangan Selasa (7/7/2026) pukul 09.50 WIB, harga saham MTEL turun 8 poin atau 1,60 persen ke level Rp492 per saham. Dengan besaran dividen Rp25,65 per saham, posisi harga tersebut menghasilkan estimasi dividend yield sekitar 5,2 persen.
Jadwal terbaru pembagian dividen MTEL adalah sebagai berikut:
- Cum dividen pasar reguler dan negosiasi: 8 Juli 2026.
- Ex dividen pasar reguler dan negosiasi: 9 Juli 2026.
- Cum dividen pasar tunai: 10 Juli 2026.
- Ex dividen pasar tunai: 13 Juli 2026.
- Recording date: 10 Juli 2026.
- Pembayaran dividen tunai: 31 Juli 2026.
Perubahan jadwal ini menuntut ketelitian investor dalam mencermati tanggal cum date agar tetap berhak menerima dividen tunai sebesar Rp25,65 per saham. Dengan DPR sekitar 98 persen dan dividend yield sekitar 5,2 persen, aksi korporasi ini menjadi sorotan utama pelaku pasar pada Juli 2026.