Dibuka Menguat, Cek Performa Saham di Indeks Bisnis-27 Hari Ini

Dibuka Menguat, Cek Performa Saham di Indeks Bisnis-27 Hari Ini
Ilustrasi Indeks Bisnis-27 dibuka menguat 0,99% ke level 366,95 pada perdagangan Selasa pagi. (Gambar: NET)

JAKARTA – Indeks Bisnis-27 dibuka menguat pada perdagangan pagi ini, Selasa (9/6/2026). Beberapa saham seperti TLKM, AMRT, hingga TAPG tercatat melaju pada awal pembukaan perdagangan.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks yang merupakan hasil kerja sama antara BEI dengan Harian Bisnis Indonesia tersebut dibuka menguat 0,99% ke level 366,95. Dari total 27 konstituen yang ada, sebanyak 19 saham mencatatkan penguatan, sementara 8 saham lainnya melemah.

Kenaikan harga saham dipimpin oleh PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) yang menguat 7,66% ke Rp2.530, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) naik 3,35% ke Rp1.235, PT Triputra Agro Persada Tbk. (TAPG) naik 3,17% ke Rp1.300, serta PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) yang naik 2,25% ke Rp1.820.

Selain itu, penguatan juga dialami oleh saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN) sebesar 1,59% ke Rp3.200, PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) naik 1,58% ke Rp2.570, PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) naik 1,54% ke Rp132, dan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. (PGAS) naik 1,08% ke Rp1.405.

Di sisi lain, pelemahan kinerja dialami oleh PT United Tractors Tbk. (UNTR) yang turun 2,87% ke Rp20.275, PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk. (MIKA) turun 1,74% ke Rp1.410, PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) turun 1,24% ke Rp476, dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) turun 1,08% ke Rp3.670.

Penurunan juga terjadi pada saham PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) sebesar 0,94% ke Rp4.200, PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA) turun 0,91% ke Rp436, PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) turun 0,46% ke Rp2.160, serta PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) turun 0,39% ke Rp2.580.

Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, menyampaikan bahwa secara teknikal pergerakan indeks hari ini akan mencoba menguji kekuatan di area resistansi terdekat. Namun, pasar tetap perlu mewaspadai risiko tekanan makro yang belum sepenuhnya mereda.

“IHSG hari ini berpotensi tes resistance di level 5.500. Namun, jika gagal menembus batas tersebut, masih terbuka peluang bagi indeks untuk terus melanjutkan koreksi sepanjang nilai tukar rupiah bergerak terus melemah,” ungkap Fanny dalam publikasi riset harian, Selasa (9/6/2026), sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Untuk perdagangan hari ini, BNI Sekuritas memetakan area batas bawah IHSG berada di rentang 5.000–5.150, sementara batas atas berada pada level 5.400–5.500.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index