IHSG Menguat ke Level 5.875, Analis Prediksi Kenaikan Mulai Terbatas

IHSG Menguat ke Level 5.875, Analis Prediksi Kenaikan Mulai Terbatas
Ilustrasi: IHSG menguat 2,28% ke level 5.875,78 pada penutupan perdagangan Jumat (3/7/2026). (Gambar: NET)

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan mengakhiri sesi perdagangan akhir pekan dengan mencatatkan kenaikan yang signifikan. Pada penutupan Jumat (3/7/2026), IHSG berhasil menguat sebesar 131,22 poin atau 2,28% ke level 5.875,78 yang didukung oleh kenaikan pada sektor industrial dan basic materials.

Bersamaan dengan itu, mata uang rupiah di pasar spot juga memperlihatkan penguatan terhadap dolar Amerika Serikat. Rupiah terapresiasi sebesar Rp 32 atau 0,18% menjadi Rp 17.963 per dolar AS.

Kombinasi penguatan IHSG serta mata uang rupiah tersebut memberikan sentimen positif bagi pasar keuangan di dalam negeri pada akhir pekan. Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menilai bahwa kenaikan IHSG pada Jumat tersebut utamanya ditopang oleh menguatnya saham-saham di sektor industrial dan basic materials.

Meski demikian, Herditya memperkirakan potensi kenaikan IHSG pada perdagangan pekan depan mulai terbatas. Menurutnya, pelaku pasar akan mencermati berbagai data ekonomi penting dari dalam maupun luar negeri yang dapat memengaruhi arah pasar.

Dari dalam negeri, perhatian akan tertuju pada rilis data cadangan devisa Indonesia serta Indeks Keyakinan Konsumen. Kedua indikator tersebut dinilai mampu memberikan gambaran mengenai kondisi fundamental ekonomi serta tingkat optimisme masyarakat.

Sementara itu dari sisi eksternal, investor menantikan publikasi data neraca dagang Amerika Serikat dan risalah rapat Federal Open Market Committee. Data-data tersebut diperkirakan menjadi acuan bagi pasar dalam membaca kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat di masa mendatang.

Selain data ekonomi, pergerakan harga komoditas emas dan nilai tukar rupiah juga akan tetap memengaruhi sentimen investor. Peluang kenaikan harga emas dipandang masih terbuka di tengah ketidakpastian global, sedangkan posisi rupiah di level psikologis Rp 18.000 per dolar AS terus mendapat perhatian.

Dari sisi teknikal, MNC Sekuritas memproyeksikan IHSG memiliki area support di level 5.486 dan resistance di level 6.286 untuk perdagangan sepekan ke depan. Bagi investor yang mencari peluang di pekan depan, Herditya merekomendasikan untuk memperhatikan sejumlah saham yang berpotensi melanjutkan penguatan.

Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) diproyeksikan memiliki target harga di kisaran Rp 2.100-Rp 2.210. Sementara itu, saham PT Multipolar Tbk (MLPL) diperkirakan menuju rentang Rp 89-Rp 97, sedangkan PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) memiliki target harga di kisaran Rp 444-Rp 464.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index