Harga Emas Kembali Menguat ke USD4.026, Respons Data Inflasi AS

Harga Emas Kembali Menguat ke USD4.026, Respons Data Inflasi AS
Ilustrasi: Harga emas spot menguat 0,69 persen ke USD4.026,92 per troy ons setelah data inflasi AS dirilis. (Foto: NET)

JAKARTA – Harga emas kembali menguat pada Kamis (25/6/2026) setelah data inflasi Amerika Serikat (AS) dirilis sesuai dengan estimasi pasar. Situasi ini mengurangi kecemasan terkait potensi kenaikan suku bunga The Fed sekaligus menekan posisi dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah.

Harga emas spot merangkak naik 0,69 persen ke level USD4.026,92 per troy ons, setelah sempat merosot hingga 1 persen pada sesi awal perdagangan. "Data inflasi PCE sebagian besar sesuai dengan ekspektasi. Pada titik ini, hal tersebut menjadi salah satu alasan mengapa harga emas relatif stabil hari ini," sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) AS melonjak 4,1 persen dalam kurun waktu 12 bulan hingga Mei, yang menjadi lompatan tertinggi serta torehan pertama di atas angka 4 persen sejak April 2023. Para ekonom yang disurvei oleh Reuters sebelumnya juga memproyeksikan inflasi PCE akan tumbuh 4,1 persen.

Mata uang dolar AS berbalik melemah pascapublikasi data tersebut, sehingga menjadikan emas yang dinilai dalam dolar menjadi lebih terjangkau bagi pembeli luar negeri. Imbal hasil obligasi pemerintah AS pun terpantau ikut bergerak melorot.

Pasar saat ini memprediksi probabilitas kenaikan suku bunga The Fed pada Desember mendatang sebesar 80 persen, menyusut dari estimasi 85 persen sebelum data PCE dipublikasikan. Peluang kenaikan suku bunga sempat bertengger di angka 61 persen sebelum pernyataan kebijakan The Fed pekan lalu, merujuk pada data CME FedWatch.

"Fokus utama pasar masih tetap pada tekanan inflasi ke depan. Hal itu menjadi salah satu alasan mengapa harga emas mengalami pelemahan dalam beberapa sesi terakhir," sebagaimana dilansir dari sumber berita. Harga emas sempat tergelincir di bawah level USD4.000 per ons pada Rabu, momen pertama kalinya sejak November 2025.

Penurunan tersebut terjadi pascaestimasi kenaikan suku bunga menguat, menyusul sikap The Fed yang cenderung lebih hawkish dalam rapat kebijakan pekan lalu. Tren kenaikan suku bunga membuat daya pikat emas menyusut lantaran penanam modal lebih memilih aset yang menghasilkan imbal hasil.

Harga minyak dunia merangkak naik tipis, namun proyeksi penambahan pasokan dari Timur Tengah pascakesepakatan penghentian perang Iran menarik harga minyak ke level sebelum konflik. Sementara itu, harga perak spot melesat 1,7 persen menuju USD58,38 per ons.

Platinum ikut menguat 1,8 persen ke level USD1.606,61 per ons, sedangkan paladium menanjak 1,9 persen menjadi USD1.188,19 per ons.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index