IHSG Berisiko Terkoreksi, Berikut Rekomendasi Saham untuk Investor

IHSG Berisiko Terkoreksi, Berikut Rekomendasi Saham untuk Investor
Ilustrasi: IHSG berpotensi terkoreksi dengan support di 5.982 dan resistance di 6.042. (Gambar: NET)

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Jumat (26/6/2026) berpotensi terkoreksi atau bergerak terbatas, setelah indeks menguat 1,96 pada perdagangan Kamis pekan ini. Analis teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memperkirakan level support IHSG berada di angka 5.982 dan resistance di 6.042.

"Kami memperkirakan, penguatan IHSG akan cenderung terbatas dan masih rawan koreksi dengan area support di 5.982 dan resistensi 6.042," ujar Herditya saat dihubungi, pada Kamis malam (25/6/2026), sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Sementara itu, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menilai penguatan IHSG pada Kamis didorong oleh meredanya kekhawatiran pasar terhadap hasil tinjauan Morgan Stanley Capital International (MSCI). "Setelah pasar sempat didera kekhawatiran bahwa posisi Indonesia akan diturunkan menjadi Frontier Market, keputusan MSCI yang tetap mempertahankan Indonesia dalam kategori Emerging Market langsung meredakan kepanikan," ucap Nafan, sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Keputusan tersebut berhasil menahan potensi arus keluar dana asing dalam skala besar, sekaligus memicu aksi bargain hunting setelah IHSG sempat anjlok pada perdagangan sebelumnya. Selain itu, meredanya ketegangan geopolitik global dan penurunan harga minyak mentah dunia menjadi sentimen positif bagi aset berisiko di Indonesia.

Penurunan harga minyak memberikan dampak positif terhadap kondisi fiskal serta ekspektasi inflasi nasional. Di sisi eksternal, penguatan IHSG sejalan dengan kenaikan mayoritas bursa saham Asia, di mana indeks Kospi dan Nikkei sama-sama menguat lebih dari 2 persen.

Berikut adalah rekomendasi saham untuk investor:

  • MNC Sekuritas: PT Map Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA) dengan target harga Rp 670 - Rp 750, PT United Tractors Tbk (UNTR) dengan rentang harga Rp 23.850 - Rp 24.850, dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) di kisaran Rp 1.875 - Rp 2.000.
  • Mirae Asset Sekuritas: PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) direkomendasikan add dengan support di Rp 372 dan resistance di Rp 406 karena membentuk pola bullish engulfing.
  • BRI Danareksa Sekuritas: PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) dengan strategi buy on breakout jika harga menembus Rp 1.450, dengan target Rp 1.515 - Rp 1.550 serta stop loss di bawah Rp 1.400.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index