JAKARTA – PT Argo Pantes Tbk secara resmi telah memulai tahapan konstruksi pembangunan gudang untuk J&T Cargo yang berlokasi di Kabupaten Tangerang, Banten. Perseroan meyakini bahwa pengerjaan proyek ini dapat dituntaskan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.
Pengerjaan struktur utama dari gudang berkonsep Built-to-Suit (BTS) ini dilaksanakan setelah seremoni peletakan batu pertama tahap pertama di akhir Mei 2026. Selain itu, kontraktor utama untuk tahap kedua telah ditunjuk pada pertengahan pekan lalu.
"Maka, proyek besar ARGO tahun 2026 resmi dimulai bulan ini. Kami optimistis bahwa proyek strategis gudang J&T Cargo ini akan selesai tepat waktu pada Februari 2027," ujar Direktur Utama PT Argo Pantes Tbk, Thomas Wahyu, sebagaimana dilansir dari sumber berita melalui keterangan resmi yang dikutip pada Kamis (24/6/2026).
Fasilitas gudang baru ini kelak akan mengemban peran penting dalam jaringan usaha logistik J&T Cargo di tanah air, khususnya untuk wilayah Jabodetabek. Agenda ini selaras dengan langkah strategis Argo dalam meningkatkan okupansi lahan sewa gudang dengan menyasar kemitraan jangka panjang untuk mengamankan arus kas.
Pembangunan tersebut diproyeksikan menelan dana investasi mencapai kisaran Rp120 miliar. Untuk mengeksekusi proyek ini, ARGO mempercayakan PT Ace Construction and Development (ACD) untuk bertindak selaku kontraktor.
ACD terafiliasi dengan ACE United Group, sebuah entitas konstruksi serta rekayasa industri ternama yang berbasis di Shanghai, China. Manajemen menegaskan bahwa penunjukan ACD diambil setelah melewati fase seleksi yang terbilang ketat.
"Perusahaan tersebut memiliki rekam jejak operasional di lebih dari 30 negara dan telah menyelesaikan berbagai proyek strategis di Indonesia sejak tahun 2009," ucapnya sebagaimana dilansir dari sumber berita.
Langkah pembangunan ini merupakan realisasi lanjutan dari kesepakatan sewa-menyewa gudang yang dijalin perseroan bersama PT Global Yimi Cargo (J&T Cargo) tertanggal 11 Februari 2026. J&T Cargo akan menyewa tempat tersebut dengan durasi 120 bulan atau setara 10 tahun, dengan nilai kontrak mencapai Rp221 miliar.
Melalui kontrak ini, posisi ARGO bertindak sebagai pemberi sewa, sedangkan J&T Cargo bertindak sebagai penyewa. Kerja sama ini tidak sekadar menopang perluasan bisnis di bidang properti, tetapi juga dipastikan akan mendongkrak perolehan omzet usaha perseroan.
Argo Pantes merupakan entitas usaha di bawah bendera Grup Argo Manunggal milik konglomerat The Ning King. Korporasi yang mulanya berfokus di industri tekstil ini telah mendiversifikasi haluan bisnisnya menuju ranah logistik semenjak tahun 2016.
Figur Ning King dikenal sebagai salah satu pebisnis properti papan atas yang cukup dominan di tanah air. Di samping memegang kendali atas ARGO, ia juga diketahui sebagai pemilik dari PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) serta PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST).