Proyeksi Harga Minyak Brent Dipangkas J.P. Morgan Akibat Permintaan

Proyeksi Harga Minyak Brent Dipangkas J.P. Morgan Akibat Permintaan
Ilustrasi: J.P. Morgan memangkas proyeksi harga minyak Brent semester II-2026 akibat permintaan yang lemah. (Foto: NET)

JAKARTA – J.P. Morgan menurunkan prospek harga minyak mentah Brent untuk semester II-2026 pada Rabu (24/6/2026). Langkah ini diambil karena adanya penarikan persediaan komersial yang lebih lemah serta permintaan minyak yang di bawah ekspektasi.

Bank tersebut kini memproyeksikan harga Brent rata-rata berada di level USD86 per barel pada kuartal ketiga dan USD80 per barel pada kuartal keempat. Harga minyak diprediksi akan menyentuh angka USD78 per barel pada akhir 2026.

Dalam risetnya, J.P. Morgan menyatakan bahwa penarikan persediaan komersial OECD tidak mencapai harapan. Kerugian permintaan yang melebihi perkiraan turut mengurangi tekanan kenaikan harga minyak.

Pasar disebut telah melakukan penyeimbangan kembali melalui kombinasi antara penurunan permintaan dan penarikan persediaan yang berbeda dari proyeksi sebelumnya.

Berdasarkan catatan J.P. Morgan, aliran minyak saat ini tercatat sekitar 8,6 juta barel per hari. Rata-rata aliran pada Juni sejauh ini mencapai 6,3 juta barel per hari, angka yang secara signifikan lebih tinggi dibanding level April dan Mei.

Operator swasta cenderung menolak untuk memangkas cadangan minyak. Mereka hampir sepenuhnya bergantung pada pelepasan Cadangan Minyak Strategis pemerintah guna mempertahankan operasional kilang.

Bank tersebut memperkirakan persediaan Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) akan mengalami pengurangan tambahan sebesar 50 juta barel antara April dan Juli. Perkiraan ini dimasukkan ke dalam proyeksi untuk paruh kedua tahun ini.

Produksi kemungkinan besar harus dikurangi pada awal 2027 setelah melewati periode produksi maksimal di akhir 2026. Langkah ini perlu diambil mengingat besarnya proyeksi kelebihan pasokan pada kuartal IV-2026 dan paruh pertama 2027.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index