Kurs Rupiah Berpotensi Melemah, Simak Prediksi Pergerakannya Hari Ini

Kurs Rupiah Berpotensi Melemah, Simak Prediksi Pergerakannya Hari Ini
Ilustrasi: Rupiah melemah 0,52 persen ke Rp 17.952 per dolar AS pada Rabu (24/6/2026). (Foto: NET)

JAKARTA – Kurs rupiah ditutup merosot 0,52 persen menuju posisi Rp 17.952 per dolar AS pada sesi transaksi Rabu (24/6/2026).

Depresiasi tersebut terjadi sejalan dengan berlanjutnya keperkasaan dolar AS serta kian besarnya prediksi kenaikan suku bunga The Fed.

Chief Analyst Doo Financial Futures, Lukman Leong, menuturkan bahwa perhatian pemodal pada Kamis (25/6/2026) akan berpusat pada perilisan data inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) Amerika Serikat.

Dirinya memperkirakan data tersebut berpeluang memperlihatkan lonjakan inflasi yang dapat memperkokoh prediksi pengetatan kebijakan moneter AS.

Lukman memproyeksikan fluktuasi rupiah pada sesi transaksi Kamis (25/6/2026) berada pada rentang Rp 17.900 sampai Rp 18.000 per dolar AS.

Kemerosotan rupiah pada Rabu disebabkan oleh penguatan dolar AS yang terus berlanjut, di mana indeks dolar AS (DXY) menembus posisi tertinggi dalam 14 bulan terakhir.

Indeks dolar AS berada pada posisi 101,56 atau menguat 0,15 persen dibandingkan dengan posisi hari sebelumnya.

"Penguatan dolar AS didorong oleh meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed," ujar Lukman sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Rupiah juga memperoleh tekanan dari sentimen risk-off pada pasar keuangan dalam negeri terkait hasil penilaian MSCI terhadap status pasar modal Indonesia.

"Meskipun, MSCI mempertahankan status Indonesia sebagai Emerging Market, tetapi masih akan melakukan peninjauan ulang pada November dan tetap membuka peluang downgrade ke Frontier Market," kata Lukman sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index