Sektor Perbankan Catatkan Pertumbuhan Kredit 10,8 Persen di Mei 2026

Sektor Perbankan Catatkan Pertumbuhan Kredit 10,8 Persen di Mei 2026
Ilustrasi: Pertumbuhan kredit perbankan nasional mencapai 10,8% YoY pada Mei 2026 dengan total Rp 8.759 triliun. (Foto: NET)

JAKARTA – Sektor perbankan nasional mencatatkan akselerasi pertumbuhan kredit yang kembali menguat pada Mei 2026. Merujuk pada data Uang Beredar yang dipublikasikan oleh Bank Indonesia pada Selasa (23/6/2026), total penyaluran kredit sukses menyentuh angka Rp 8.759 triliun.

Capaian tersebut mencerminkan pertumbuhan sebesar 10,8% secara tahunan (YoY), meningkat dari realisasi bulan April 2026 yang tercatat sebesar 9,4% YoY. Tren positif ini menegaskan momentum ekspansi pembiayaan perbankan, dengan segmen korporasi serta kredit modal kerja dan investasi sebagai pendorong utamanya.

Laju pertumbuhan kredit pada Mei 2026 utamanya disokong oleh tingginya pembiayaan di segmen korporasi. Pembiayaan korporasi melonjak tajam hingga 17,2% YoY dengan total nilai Rp 5.076,1 triliun, lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang berada di angka 14,5% YoY.

Pembiayaan untuk nasabah perorangan bergerak stabil dengan kenaikan 3,4% YoY serta nilai outstanding Rp 3.620,7 triliun. Kelompok debitur lainnya masih berada dalam zona kontraksi sebesar 10,3% YoY.

Akselerasi kredit didorong secara signifikan oleh kredit investasi (KI) beserta kredit modal kerja (KMK). Kredit investasi mengalami peningkatan hingga 20,5% YoY menjadi Rp 2.673,4 triliun, melampaui capaian April 2026 yang tumbuh 18,4% YoY.

Sektor-sektor seperti real estat, keuangan, jasa perusahaan, serta pengangkutan dan komunikasi menjadi kontributor utama penguatan ini. Kredit modal kerja terakselerasi sebesar 7,9% YoY menjadi Rp 3.702,5 triliun berkat ekspansi ke sektor industri pengolahan serta pertambangan dan penggalian.

Kredit konsumsi bergerak lebih lambat dengan pertumbuhan 5,8% YoY menjadi Rp 2.383,1 triliun, sedikit menurun dari capaian April 2026 yang sebesar 6% YoY. Melambatnya laju kredit konsumsi disebabkan oleh penurunan kecepatan di beberapa lini pembiayaan ritel.

Sektor kredit pemilikan rumah (KPR) dan kredit pemilikan apartemen (KPA) tumbuh di angka 4,6% YoY dengan nilai Rp 847,9 triliun. Sebaliknya, kredit kendaraan bermotor (KKB) masih mengalami kontraksi sebesar 9,4% YoY dengan nilai Rp 131,1 triliun.

Untuk kredit multiguna, segmen ini tetap mencatatkan performa positif sebesar 8,2% YoY dengan nominal outstanding mencapai Rp 1.404,1 triliun. Pembiayaan pada sektor properti memperlihatkan daya tahan yang kuat dengan pertumbuhan sebesar 17,2% YoY menjadi Rp 1.690,8 triliun pada Mei 2026.

Lonjakan tajam pada kredit konstruksi sebesar 44,6% YoY menjadi Rp 570,5 triliun menjadi penyokong utama pergerakan ini. Kredit real estat juga menguat sebesar 14,5% YoY menjadi Rp 272,5 triliun, diikuti oleh kenaikan KPR/KPA sebesar 4,7% YoY.

Pembiayaan untuk sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mulai memperlihatkan perbaikan meski masih terhitung lemah. Penyaluran kredit UMKM tumbuh tipis 0,6% YoY pada Mei 2026, membaik dari posisi April 2026 yang sebesar 0,2% YoY.

Sektor usaha menengah memicu kenaikan ini lewat pertumbuhan 1,8% YoY. Kredit usaha mikro mengalami kenaikan sebesar 0,6% YoY, sedangkan kredit usaha kecil masih terkoreksi minus 0,3% YoY.

Kredit investasi menjadi motor utama perbaikan UMKM dengan pertumbuhan mencapai 12,5% YoY. Hal ini berbanding terbalik dengan kredit modal kerja UMKM yang masih terkontraksi sebesar 4,5% YoY.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index