JAKARTA – PT Asuransi Digital Bersama Tbk (YOII) mencatatkan pertumbuhan positif pada lini bisnis personal accident (PA) hingga Mei 2026 di tengah dinamika industri asuransi umum. Corporate Secretary YOII, Rahmat Dwiyanto, mengungkapkan bahwa premi bruto lini personal accident perusahaan tumbuh sekitar 30% secara tahunan.
“Per Mei 2026, lini bisnis personal accident perseroan menunjukkan kinerja yang positif. Premi bruto tumbuh sekitar 30% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya,” ujarnya, Senin (22/6/2026), sebagaimana dilansir dari sumber berita.
Seiring dengan kenaikan premi, nilai klaim pada lini tersebut juga dilaporkan meningkat sekitar 60% yoy. Manajemen menilai rasio klaim masih berada di tingkat yang sehat dan stabil, sehingga ekspansi bisnis tetap berjalan dengan manajemen risiko yang prudent.
Rahmat menjelaskan bahwa capaian lini personal accident ditopang oleh strategi perseroan dalam merancang produk yang relevan dengan gaya hidup masyarakat modern.
"Kami memanfaatkan data analytics untuk menjalankan strategi pemasaran yang lebih tepat sasaran serta terus memperluas kemitraan strategis, termasuk melalui kanal digital, guna mendorong pertumbuhan bisnis," tuturnya sebagaimana dilansir dari sumber berita.
Di sisi lain, data dari Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) memperlihatkan kecenderungan berbeda di industri asuransi umum. Pada kuartal I-2026, premi lini personal accident industri merosot sekitar 31,3% menjadi sekitar Rp786 miliar dari Rp1,14 triliun pada kuartal yang sama tahun lalu.
Nilai klaim pada periode tersebut turun lebih dalam sebesar 53,9% menjadi sekitar Rp110 miliar dari Rp239 miliar pada kuartal I-2025. Penurunan klaim ini menyebabkan rasio klaim industri menyusut dari sekitar 21% menjadi 14%.
AAUI menyampaikan bahwa dinamika tersebut dipengaruhi oleh pola distribusi, kemitraan korporasi, serta pergeseran produk ke bentuk bundling dan embedded insurance. YOII menegaskan sikap optimis terhadap prospek lini personal accident ke depan dengan tetap memprioritaskan disiplin manajemen risiko dan penguatan underwriting.