IPO Esa Medika Mandiri Pasang Harga di Kisaran 446 hingga 515 Rupiah

IPO Esa Medika Mandiri Pasang Harga di Kisaran 446 hingga 515 Rupiah
Ilustrasi: PT Esa Medika Mandiri menetapkan harga IPO di kisaran Rp446 hingga Rp515 per saham. (Foto: NET)

JAKARTA – PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI), perusahaan distributor alat kesehatan dan laboratorium, telah memulai rangkaian proses penawaran umum perdana saham atau initial public offering.

Perseroan menetapkan kisaran harga penawaran umum perdana saham tersebut sebesar Rp446 hingga Rp515 per saham.

Berdasarkan prospektus awal perseroan, EMMI akan menawarkan sebanyak-banyaknya 522,86 juta saham baru atau setara 30 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.

Dengan rentang harga tersebut, perseroan berpotensi menghimpun dana segar hingga Rp269,27 miliar.

Masa penawaran awal (bookbuilding) berlangsung pada 22-24 Juni 2026, yang dilanjutkan dengan perolehan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 30 Juni 2026.

Adapun masa penawaran umum dijadwalkan berlangsung pada 2-6 Juli 2026, dengan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 8 Juli 2026.

Dalam aksi korporasi ini, perseroan juga mengalokasikan sebanyak-banyaknya 52,29 juta saham atau 10 persen dari total saham yang ditawarkan untuk program Employee Stock Allocation (ESA).

PT BRI Danareksa Sekuritas dan PT Ina Sekuritas Indonesia bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek dengan skema full commitment.

Berikut adalah jadwal lengkap IPO PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI):

  • Masa Penawaran Awal (Bookbuilding): 22–24 Juni 2026
  • Tanggal Efektif dari OJK: 30 Juni 2026
  • Masa Penawaran Umum Perdana Saham: 2–6 Juli 2026
  • Tanggal Penjatahan: 6 Juli 2026
  • Tanggal Distribusi Saham Secara Elektronik: 7 Juli 2026
  • Tanggal Pencatatan Saham di Bursa Efek Indonesia (BEI): 8 Juli 2026

EMMI merupakan perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan besar alat laboratorium, alat farmasi, dan alat kedokteran untuk manusia.

Perseroan didukung oleh jaringan operasional yang terdiri atas satu kantor pusat, dua fasilitas pabrik, empat kantor perwakilan, serta tenaga pemasaran yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Selain menjadi distributor alat kesehatan, EMMI juga merupakan pemegang sejumlah merek teknologi medis global secara eksklusif di Indonesia.

Perseroan menyediakan layanan purna jual bagi rumah sakit dan fasilitas kesehatan guna mendukung keberlanjutan operasional pelanggan.

Direksi menyampaikan seluruh dana hasil IPO setelah dikurangi biaya emisi akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan dan mendukung ekspansi usaha.

Sebesar Rp50 miliar dialokasikan untuk pembayaran sebagian pokok pinjaman perseroan.

Selanjutnya, sekitar 11,8 persen dana IPO akan digunakan untuk belanja modal berupa pembangunan gedung pabrik di Cikupa, Kabupaten Tangerang.

Sementara itu, sekitar 68,7 persen dana akan dimanfaatkan sebagai modal kerja, termasuk pembelian barang terkait proyek serta pengadaan bahan baku dan persediaan.

Setelah IPO dan pelaksanaan program ESA, kepemilikan publik diperkirakan mencapai sekitar 27 persen dari total modal ditempatkan dan disetor penuh.

Adapun para pemegang saham pengendali tetap berasal dari keluarga Widjaja, yakni Surya Gunawan Widjaja, Andrew Ignatius Widjaja, Florian Chris Widjaja, Andrian Matthew Widjaja, serta Eddy Lie.

Berdasarkan struktur permodalan proforma, jumlah saham beredar EMMI akan meningkat dari 1,22 miliar saham menjadi 1,74 miliar saham setelah penawaran umum perdana saham selesai dilaksanakan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index