Suku Bunga BI Jadi 5,75 Persen, INPP Tidak Revisi Target Pendapatan

Suku Bunga BI Jadi 5,75 Persen, INPP Tidak Revisi Target Pendapatan
Ilustrasi: PT Indonesian Paradise Property tetap mempertahankan target pendapatan 2026 di tengah kenaikan suku bunga BI. (Foto: NET)

JAKARTA – PT Indonesian Paradise Property Tbk. (INPP) Menyatakan belum melakukan revisi terhadap target pendapatan pada tahun 2026 meskipun sektor properti sedang tertekan oleh kenaikan BI Rate ke level 5,75%. Situasi ini dikarenakan kinerja perusahaan masih ditopang oleh pertumbuhan pendapatan berulang atau recurring income.

Wakil Presiden Direktur Indonesian Paradise Property, Surina, menyampaikan bahwa perusahaan menetapkan target pertumbuhan pendapatan moderat sebesar 5%–10% pada tahun ini. Surina memaparkan bahwa perusahaan membidik pertumbuhan bisnis berkelanjutan lewat pengembangan portofolio properti berkualitas, penguatan fundamental keuangan, serta transformasi perusahaan.

Di tengah situasi dinamis saat ini, perusahaan secara selektif memilih proyek strategis yang mampu memperkuat basis pendapatan dalam jangka panjang. "Kalau melihat dari kondisi saat ini di mana pada kuartal I/2026 posisi recurring income mencapai 90%, jadi kami tidak ada revisi target pertumbuhan," sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Surina menguraikan bahwa kontribusi pendapatan dari pusat perbelanjaan, hotel, serviced apartment, serta aset komersial lainnya mampu menghasilkan arus kas yang lebih stabil dibandingkan dengan model bisnis properti yang hanya bertumpu pada penjualan aset. Oleh sebab itu, perusahaan merasa optimis bahwa target tahun ini masih bisa diraih meski dibayangi tekanan kenaikan suku bunga.

"Di tahun 2026 kami tetapkan target pertumbuhan 5%-10%. Kami lebih baik menetapkan target yang moderat, namun pencapaian bisa lebih tinggi," sebagaimana dilansir dari sumber berita. Presiden Direktur INPP, Andri Hadi, menilai momentum pertumbuhan performa perusahaan semakin diperkuat setelah peresmian 23 Semarang Shopping Center pada 13 Juni 2026.

Kehadiran proyek tersebut tidak hanya memperluas portofolio komersial, tetapi juga memberikan dampak pengganda (multiplier effect) bagi perekonomian. Demi menyokong target pertumbuhan, perusahaan mengalokasikan anggaran belanja modal (capital expenditure) senilai Rp400 miliar.

Fokus manajemen yaitu menjaga kinerja keuangan agar tetap tangguh melalui pengerjaan berbagai proyek yang sedang dikembangkan. Di sisi lain, Bank Indonesia telah menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate ke level 5,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 17–18 Juni 2026.

Keputusan tersebut diumumkan secara langsung oleh Gubernur BI, Perry Warjiyo, pada hari Kamis (18/6/2026). "Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada tanggal 17 dan 18 Juni 2026 memutuskan untuk menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75%," sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Selaras dengan kebijakan itu, bank sentral turut menaikkan suku bunga Deposit Facility dan Lending Facility masing-masing sebesar 25 basis poin menjadi 4,75% dan 6,5%. Perry menyebut kenaikan suku bunga ini diambil untuk memperkokoh stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi.

"Serta sebagai langkah pre-emptive untuk menjaga inflasi pada tahun 2026 dan 2027 tetap berada dalam kisaran sasaran 2,5±1% yang ditetapkan pemerintah," sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index