IHSG Berisiko Terkoreksi, Cermati Empat Saham Rekomendasi Hari Ini

IHSG Berisiko Terkoreksi, Cermati Empat Saham Rekomendasi Hari Ini
Ilustrasi: IHSG diprediksi berpotensi terkoreksi pada perdagangan Kamis (18/6/2026). (Gambar: NET)

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memiliki risiko untuk terkoreksi pada sesi perdagangan Kamis (18/6/2026). Di tengah ancaman penurunan indeks tersebut, pengamat pasar menyarankan untuk mencermati saham AMRT, TINS, AKRA, dan JPFA.

Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memproyeksikan IHSG saat ini masih melaju dalam pola wave [iv] dari wave 3. “Namun demikian, tetap cermati adanya koreksi dari IHSG ke level area 6.136–6.216,” tulis Herditya dalam risetnya sebagaimana dilansir dari sumber berita.

MNC Sekuritas mengestimasi wilayah support IHSG berada pada kisaran 5.784–5.594, sedangkan resistance diproyeksikan berada di rentang 6.286–6.459. Untuk saham TINS, disarankan buy on weakness pada rentang harga Rp 3.130–Rp 3.380 dengan target harga Rp 3.710–Rp 3.940.

Sementara itu, saham AMRT disarankan untuk trading buy di area Rp 1.305–Rp 1.380 dengan target harga Rp 1.470–Rp 1.535. Senada dengan hal tersebut, Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta, berpandangan bahwa ruang kenaikan IHSG masih cenderung terbatas.

Nafan mencatat bahwa investor asing masih membukukan aksi jual bersih senilai Rp 328,73 miliar pada sesi perdagangan terakhir. “Pergerakan IHSG diperkirakan menguat terbatas setelah membentuk pola bearish pin bar. Sementara itu, indikator Stochastics K_D dan RSI masih menunjukkan sinyal positif, namun indikator volume mulai menurun,” tulis Nafan dalam analisisnya sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Pasar saat ini tengah menanti hasil pertemuan FOMC The Fed terkait suku bunga acuan serta proyeksi ekonomi terbaru. Di bawah kepemimpinan Ketua The Fed, Kevin Warsh, FOMC menetapkan untuk menahan Fed Rate pada level 3,75 persen, dengan median proyeksi untuk tahun 2026 yang merangkak naik menjadi 3,8 persen.

Selain sentimen global, pelaku pasar juga mencermati hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia. Berdasarkan konsensus pasar, BI Rate diestimasi naik 25 basis poin menuju level 5,75 persen guna mengawal stabilitas nilai tukar rupiah yang saat ini melemah 0,21 persen ke level Rp 17.762 per dolar AS.

Terkait rekomendasi saham, Nafan menyarankan akumulasi pada saham AKRA di rentang harga Rp 1.215–Rp 1.255 dengan target harga hingga Rp 1.390. Selain itu, saham JPFA disarankan dibeli pada kisaran Rp 1.875–Rp 1.985, sementara saham FORE direkomendasikan pada rentang harga Rp 715–Rp 745 dengan target harga di level Rp 880.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index