Awal Perdagangan Kamis, IHSG Terkoreksi 1,34 Persen ke 6.137

Awal Perdagangan Kamis, IHSG Terkoreksi 1,34 Persen ke 6.137
Ilustrasi: IHSG terkoreksi 1,34 persen ke level 6.137 pada awal perdagangan Kamis. (Gambar: NET)

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi pada awal perdagangan Kamis (18/6/2026), berlawanan arah dengan mayoritas bursa saham Asia yang cenderung stabil hingga menguat. Mengutip data RTI Business pada pukul 09.25 WIB, IHSG turun 1,34 persen atau 83,51 poin ke level 6.137,24.

Sebanyak 350 saham melemah, sementara 201 saham menguat dan 162 saham lainnya bergerak stagnan. Volume perdagangan tercatat mencapai 4,6 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 2,4 triliun.

Tekanan terhadap IHSG berasal dari sembilan indeks sektoral, dengan penurunan terdalam terjadi pada sektor keuangan yang turun 1,73 persen. Selain itu, sektor infrastruktur melemah 1,51 persen dan sektor industri terkoreksi 1,04 persen.

Di jajaran saham LQ45, saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) menjadi salah satu penekan terbesar dengan penurunan 7,43 persen ke Rp 2.740. Selain TLKM, saham PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) melemah 4,40 persen ke Rp 1.520, serta PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) terkoreksi 3,11 persen ke Rp 2.180.

Sebaliknya, saham PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) mencatatkan kenaikan 4,51 persen ke Rp 695. Selain itu, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menguat 0,60 persen ke Rp 169 dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA) naik 0,56 persen ke Rp 360.

Di kawasan Asia, pergerakan bursa saham cenderung stabil seiring dengan perkembangan kesepakatan damai sementara antara Amerika Serikat dan Iran. Meskipun demikian, ketidakpastian geopolitik dinilai masih membayangi pasar.

“Risiko geopolitik utama masih tetap ada dan akan terus menjadi penggerak penting bagi pergerakan pasar,” ujar analis senior pasar keuangan Capital.com, Kyle Rodda sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Sementara itu, indeks Nikkei 225 di Jepang mencetak rekor tertinggi baru dengan menembus level 71.000, didorong oleh sektor semikonduktor dan kecerdasan buatan. Di pasar komoditas, harga minyak mentah kembali melemah akibat optimisme pasar terhadap berkurangnya risiko gangguan pasokan energi global.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index