BoE Diperkirakan Pertahankan Suku Bunga di Tengah Gejolak Timur Tengah

BoE Diperkirakan Pertahankan Suku Bunga di Tengah Gejolak Timur Tengah
Ilustrasi: Bank of England diperkirakan mempertahankan suku bunga acuan di angka 3,75 persen. (Foto: NET)

JAKARTA – Para pembuat kebijakan di Bank of England (BoE) diperkirakan akan mempertahankan suku bunga dalam kondisi stabil. Keputusan ini diambil seiring dengan langkah mereka yang terus memantau perkembangan situasi di kawasan Timur Tengah.

Komite Kebijakan Moneter (MPC) diprediksi oleh para analis akan menahan suku bunga acuan di angka 3,75 persen untuk pertemuan keempat secara berturut-turut. Suku bunga sendiri menjadi instrumen utama yang digunakan bank sentral guna mengendalikan laju inflasi.

Tingkat inflasi di Inggris saat ini memang masih berada di atas target, namun kenaikannya tidak setinggi yang dikhawatirkan banyak pihak akibat dampak perang AS-Israel dengan Iran. Data resmi yang diterbitkan pada hari Rabu menunjukkan bahwa inflasi Inggris tetap berada di level 2,8 persen hingga Mei.

Angka tersebut tercapai seiring dengan laju kenaikan harga pangan yang melambat hingga ke level terendah dalam 17 bulan terakhir. Kantor Statistik Nasional (ONS) mencatat bahwa sepanjang tahun hingga Mei 2026, biaya transportasi naik dengan laju tercepat, sementara harga daging, susu, dan sayuran cenderung melambat.

Hasil data yang lebih rendah dari perkiraan ini memperkuat ekspektasi bahwa para pembuat kebijakan tidak perlu menaikkan suku bunga pada pengumuman berikutnya hari Kamis ini. Pada pertemuan bulan April lalu, MPC sempat memberi sinyal bahwa suku bunga dapat naik tahun ini sebagai upaya meredam inflasi setelah guncangan harga energi akibat perang Iran.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index