Sinyal Kenaikan Bunga The Fed Bikin Harga Emas Dunia Anjlok 1 Persen

Sinyal Kenaikan Bunga The Fed Bikin Harga Emas Dunia Anjlok 1 Persen
Ilustrasi: Harga emas dunia turun lebih dari 1 persen setelah sinyal kenaikan suku bunga The Fed. (Gambar: NET)

JAKARTA – Harga emas dunia berbalik arah dan terkoreksi lebih dari 1 persen pada perdagangan Rabu (17/6/2026) setelah The Fed memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan. Keputusan tersebut disertai sinyal kemungkinan kenaikan biaya pinjaman pada tahun ini yang memicu penguatan dolar Amerika Serikat.

Harga emas spot tercatat turun 1,70 persen menjadi USD 4.257,65 per troy ons. Proyeksi terbaru The Fed menunjukkan sembilan dari 19 pejabat bank sentral AS memperkirakan suku bunga perlu dinaikkan tahun ini, meski saat ini dipertahankan di kisaran 3,50 persen-3,75 persen.

Dalam konferensi pers perdananya, Ketua The Fed, Kevin Warsh, mengungkapkan pembentukan lima kelompok kerja untuk meninjau kebijakan di sejumlah area penting. Langkah ini menjadi sorotan pelaku pasar terkait arah kebijakan moneter ke depan.

“Ini adalah The Fed yang baru, Warsh tajam, percaya diri, dan penuh energi. Dia akan menjadi pengelola, bukan penjaga. Pesannya adalah perubahan akan datang, tetapi setelah melalui pertimbangan matang,” ujar trader logam independen, Tai Wong sebagaimana dilansir dari sumber berita.

“Dia juga dua kali mengatakan bahwa dia melihat suku bunga hanya bersifat membatasi di sektor perumahan, yang membuatnya lebih hawkish dibanding Powell. Saya pikir inilah yang mendorong pelemahan pasar. Pernyataan dan dot plot menunjukkan sikap hawkish, dan Warsh tidak melakukan apa pun untuk meredakannya,” kata Wong sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Pasar saat ini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada Desember mencapai 78 persen, naik dari 61 persen sebelum pengumuman kebijakan. Penguatan dolar AS yang berkelanjutan membuat emas menjadi lebih mahal bagi pembeli luar negeri dan menekan harga karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil.

Sentimen pasar juga dipengaruhi oleh harga minyak yang menguat sehingga kekhawatiran terhadap inflasi tetap terjaga. Sementara itu, logam mulia lainnya turut melemah, dengan perak turun 1,1 persen menjadi USD69,41 per ons.

Harga platinum melemah 2 persen menjadi USD1.768,03 per ons, sedangkan paladium turun 1,1 persen menjadi USD1.336,91 per ons. Pekan lalu, harga emas sempat menyentuh level terendah dalam lebih dari enam bulan akibat kekhawatiran inflasi terkait konflik Iran.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index