Dividen Jumbo Saham BSSR, Investor Bakal Terima Rp 48.613 Per Lot

Dividen Jumbo Saham BSSR, Investor Bakal Terima Rp 48.613 Per Lot
Ilustrasi: Pemegang saham BSSR akan menerima dividen tunai Rp 48.613 per lot dari laba tahun buku 2025. (Foto: NET)

JAKARTA – Dividen jumbo kembali tersedia bagi para investor di Bursa Efek Indonesia. Kali ini, PT Baramulti Suksessarana Tbk (BSSR) akan membagikan dividen dengan nilai hampir mencapai Rp 50.000 per lot.

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang berlangsung pada Senin (15/6/2026), perseroan resmi menyetujui pembagian dividen tunai dari laba tahun buku 2025. BSSR menetapkan total dividen final sebesar US$ 70 juta yang akan dibagikan kepada 2,62 miliar lembar saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh.

Setiap pemegang saham akan menerima dividen sebesar US$ 0,0267533 per saham atau sekitar Rp 486,13 per saham dengan asumsi kurs tengah Bank Indonesia Rp 18.171 per dolar AS. Walhasil, setiap lot saham perusahaan tambang batubara ini mencapai Rp 48.613 sebelum dipotong pajak.

Dividen BSSR ini akan dibagikan kepada pemegang saham yang tercatat dalam daftar pemegang saham (recording date) pada 26 Juni 2026. Pembagian dividen ini mencerminkan dividend yield yang menarik bagi para investor.

Pada perdagangan Rabu (17/6/2026), harga saham BSSR ditutup di level Rp 4.300, naik 10 poin atau 0,23 persen secara harian. Berdasarkan harga tersebut, yield dividen saham BSSR mencapai 11,30 persen.

Manajemen BSSR menyampaikan bahwa kebijakan pembagian dividen tersebut merupakan bentuk komitmen perusahaan untuk memberikan nilai tambah kepada investor. "Pembagian dividen ini merupakan bagian dari komitmen perseroan dalam memberikan nilai tambah kepada pemegang saham, dengan tetap mempertimbangkan kondisi keuangan dan kebutuhan operasional perusahaan," ujar manajemen dalam paparan publik, Senin (15/6/2026) sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Selain menyetujui pembagian dividen tunai, RUPST juga mengesahkan laporan tahunan serta laporan keuangan perseroan untuk tahun buku 2025 yang telah diaudit. Para pemegang saham memberikan kewenangan kepada dewan komisaris untuk menunjuk kantor akuntan publik guna mengaudit laporan keuangan tahun buku 2026.

RUPST BSSR juga menyetujui perubahan susunan pengurus perseroan. Sejumlah anggota dewan komisaris dan direksi mengundurkan diri dan digantikan oleh nama baru untuk melanjutkan sisa masa jabatan hingga RUPST tahun buku 2026.

Anjali Pandey dan Seok Chul Sohn ditunjuk sebagai komisaris menggantikan pejabat sebelumnya. Sementara itu, Rajesh Daga dipercaya menjabat sebagai Wakil Direktur Utama dan Dongho Lee ditunjuk sebagai direktur.

Perseroan berharap perubahan susunan pengurus tersebut dapat memperkuat tata kelola perusahaan serta mendukung keberlanjutan kinerja usaha di masa mendatang. Struktur kepemilikan saham BSSR masih didominasi oleh PT Wahana Sentosa Cemerlang sebesar 50,001 persen, sementara 49,999 persen lainnya dimiliki oleh masyarakat.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index