IHSG Tembus 6.254, Analis Ingatkan Pentingnya Katalis Pasar yang Kuat

IHSG Tembus 6.254, Analis Ingatkan Pentingnya Katalis Pasar yang Kuat
Ilustrasi: IHSG menguat 4,12 persen ke level 6.254,97 pada perdagangan Senin (15/6/2026). (Gambar: NET)

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat penguatan signifikan pada perdagangan Senin (15/6/2026) seiring meredanya ketegangan geopolitik global setelah Amerika Serikat dan Iran mencapai kesepakatan damai sementara. Sentimen positif tersebut mendorong investor kembali masuk ke aset berisiko, sekaligus mengangkat nilai tukar rupiah dan menekan harga minyak dunia.

IHSG ditutup menguat 4,12 persen ke level 6.254,97 dan sempat menyentuh level 6.345,8 sepanjang perdagangan. Namun, investor asing masih membukukan jual bersih senilai Rp107,13 miliar di pasar reguler pada hari Senin tersebut.

Menurut Phintraco Sekuritas, kesepakatan damai AS-Iran serta potensi dibukanya kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz menjadi katalis utama penguatan pasar saham domestik. Optimisme ini turut menekan harga minyak mentah WTI ke kisaran USD 76,05 per barel dan Brent ke USD 78,96 per barel.

Phintraco Sekuritas mencatat bahwa rupiah ditutup menguat 0,85 persen ke level Rp17.709 per USD. Sementara itu, sektor basic materials membukukan kenaikan terbesar sebesar 7,26 persen.

Sejumlah analis menilai investor masih membutuhkan katalis yang lebih kuat untuk memastikan keberlanjutan pemulihan pasar. Analis iFAST Capital, Kevin Khaw Khai Sheng, mengatakan bahwa kenaikan IHSG saat ini masih perlu dikonfirmasi oleh perbaikan sentimen yang lebih permanen, sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Menurut Kevin, pandangan terhadap pasar saham Indonesia baru akan berubah lebih positif apabila dolar AS melemah secara konsisten di bawah Rp18.000 per USD dan aliran dana asing kembali masuk. Setiap penguatan pasar saat ini kemungkinan masih dipandang sebagai peluang taktis jangka pendek.

Head of Research Maybank Sekuritas, Jeffrosenberg Chenlim, menilai pemulihan pasar saham dan rupiah membutuhkan dukungan perbaikan struktural. Jeffrosenberg menjelaskan bahwa investor membutuhkan bukti nyata dalam pengambilan kebijakan serta iklim usaha yang lebih stabil.

“Hal-hal tersebut penting untuk memulihkan kepercayaan dan membangun kembali rasa aman bagi investor asing maupun pelaku usaha domestik,” ujar Jeffrosenberg, sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Secara teknikal, Phintraco Sekuritas melihat IHSG mulai menunjukkan sinyal perbaikan meski indikator Stochastic RSI berpotensi membentuk death cross di area overbought. Perusahaan memperkirakan IHSG akan bergerak pada rentang 6.150–6.400 pada perdagangan Rabu (17/6).

Perhatian investor domestik saat ini tertuju pada hasil Global Market Accessibility Review MSCI dan rebalancing indeks FTSE pada 19 Juni. Agenda tersebut berpotensi memengaruhi aliran dana asing ke pasar saham Indonesia.

MSCI juga dijadwalkan mengumumkan Annual Market Classification Review pada 24 Juni mendatang. Pelaku pasar akan mencermati keputusan tersebut terkait status Indonesia sebagai emerging market.

Selain itu, pasar menanti keputusan bank sentral utama dunia, termasuk The Fed pada 17 Juni dan Bank of England pada 18 Juni. Di dalam negeri, investor menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 18 Juni yang diperkirakan akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index