Saham SpaceX Melonjak 49 Persen, Nilai Pasar Kini Lampaui Amazon

Saham SpaceX Melonjak 49 Persen, Nilai Pasar Kini Lampaui Amazon
Ilustrasi: SpaceX Starship (Foto: NET)

JAKARTA – Saham SpaceX melonjak untuk hari ketiga berturut-turut pada Selasa, melampaui nilai pasar Amazon dan menjadi saham terbesar kelima di dunia berdasarkan kapitalisasi pasar. Saham tersebut ditutup naik 4,8% dan mendorong kapitalisasi pasarnya menjadi US$2,65 triliun, atau sekitar US$8 miliar lebih tinggi dibandingkan dengan Amazon.

Pada level tertinggi intraday, nilai pasar perusahaan milik Elon Musk tersebut bahkan sempat melampaui Microsoft. Pergerakan ini didorong oleh jumlah saham SpaceX yang tersedia untuk publik relatif sedikit, yakni hanya sekitar 4,2% pada hari pertama perdagangan.

Kondisi ini membuat perdagangan menjadi lebih volatil dan rentan terhadap pergerakan harga besar. "Itu memang menjadi faktor. Kami berbicara tentang perusahaan dengan jumlah saham publik yang sangat terbatas dibandingkan dengan kapitalisasi pasar yang tercantum di headline," kata Angelo Kourkafas, Senior Global Investment Strategist di Edward Jones, sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Kenaikan saham yang telah mencapai 49% dari harga IPO sebesar US$135 ini mencerminkan permintaan investor yang konsisten. Kinerja ini sekaligus membuka jalan bagi potensi IPO pesaing di bidang kecerdasan buatan, seperti Anthropic dan OpenAI.

SpaceX juga mengumumkan kesepakatan akuisisi terhadap Cursor dalam transaksi yang menilai startup pemrograman berbasis AI tersebut sebesar US$60 miliar. Investor ritel tercatat menjadi salah satu pendorong utama reli awal saham ini.

Meski menjadi salah satu perusahaan terbesar, pendapatan SpaceX pada 2025 tercatat sebesar US$18,7 miliar, jauh di bawah Microsoft atau Amazon. Perdagangan kontrak opsi SpaceX kini telah dimulai di sejumlah bursa yang berpotensi meningkatkan volatilitas lebih lanjut.

Lebih dari 1,6 juta kontrak opsi berpindah tangan saat para trader bertaruh bahwa reli harga akan terus berlanjut.

"Jumlah saham yang beredar di publik jelas menjadi bagian dari cerita ini. Inklusi ke indeks juga akan segera datang, yang akan mengubah dana pasif menjadi pembeli wajib terhadap pasokan saham yang dapat diperdagangkan kurang dari 5%," kata Dave Mazza, Chief Executive Officer Roundhill Financial, sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Saham SpaceX berpotensi masuk ke indeks Nasdaq lebih cepat karena adanya perubahan peraturan. Namun, S&P Dow Jones Indices memutuskan tidak mengubah aturannya, sehingga SpaceX tidak akan langsung masuk ke indeks S&P 500.

Tekanan jual diperkirakan meningkat ketika masa penguncian bagi pemegang saham internal berakhir setelah laporan laba pertama dirilis. "Kami tidak akan mengetahui harga keseimbangan yang sesungguhnya sampai periode lock-up mulai berakhir setelah laporan laba kuartal kedua dan pasokan saham yang nyata bertemu dengan permintaan yang ada saat ini," ujar Mazza, sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index