AS dan Iran Sepakat Damai, Harga Minyak Brent Turun Lebih dari 3 Persen

AS dan Iran Sepakat Damai, Harga Minyak Brent Turun Lebih dari 3 Persen
Ilustrasi, Harga minyak Brent turun lebih dari 3 persen setelah pengumuman perdamaian antara AS dan Iran. (Foto: NET)

JAKARTA – Koreksi mendalam menerpa harga komoditas minyak mentah global setelah tercapainya pakta perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran pada Senin, 15 Juni 2026. Kesepakatan ini membuka jalan bagi beroperasinya kembali rute pelayaran krusial di Selat Hormuz.

Minyak Brent terpantau terperosok lebih dari 3 persen ke kisaran level US$ 84 per barel setelah sempat menyentuh posisi terendah dalam tiga bulan terakhir. Pada saat yang sama, minyak West Texas Intermediate (WTI) juga terpangkas hingga mendekati level US$ 81 per barel.

Pencabutan blokade terhadap Iran telah dikonfirmasi oleh otoritas Gedung Putih melalui pernyataan resmi. Koridor Selat Hormuz direncanakan berfungsi normal kembali setelah penandatanganan kesepakatan resmi rampung pada akhir pekan ini.

"Kapal-kapal di seluruh dunia, nyalakan mesin kalian," sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Pemimpin Amerika Serikat menegaskan telah mendelegasikan wewenang penuh untuk membuka kembali akses Selat Hormuz tanpa biaya guna menjaga stabilitas distribusi energi dunia. "Biarkan minyak kembali mengalir!" sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Otoritas Iran mengonfirmasi bahwa konsensus diplomatik telah disetujui oleh kedua belah pihak. "draf teks resmi akan dipublikasikan setelah upacara penandatanganan selesai dilakukan di Swiss." sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Pemerintah AS menyambut baik rencana tersebut dan mempersiapkan utusan khusus ke Eropa. "tentu saja" ujar Wakil Presiden AS, JD Vance, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Perselisihan militer yang dipicu gempuran terhadap instalasi nuklir Iran sejak akhir Februari lalu sebelumnya telah memberikan tekanan besar pada pasar energi. Penutupan Selat Hormuz oleh Iran yang memutus seperlima pasokan minyak dunia kini mulai mereda seiring normalisasi hubungan tersebut.

Kendati perdamaian ini menjadi angin segar, normalisasi arus kapal di Selat Hormuz masih menghadapi tantangan kompleks terkait pembersihan ranjau laut dan regulasi pengawasan. Pemulihan situasi ini juga berdampak pada bursa komoditas gas alam Eropa yang terkoreksi tajam hingga 5,8 persen.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index