JAKARTA – Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diproyeksikan akan berjalan variatif, namun memikul risiko berakhir melemah pada rentang Rp17.800 hingga Rp17.950 dalam sesi perdagangan hari ini, Senin (15/6/2026). Sebelumnya, pada penutupan transaksi akhir pekan lalu, rupiah mampu ditutup menguat 0,62 persen ke posisi Rp17.865 per dolar AS.
Analis dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengemukakan bahwa apresiasi nilai rupiah tersebut dipicu oleh membaiknya iklim investasi global dan domestik. Hal ini terutama didorong oleh meningkatnya harapan akan tercapainya rekonsiliasi antara kubu Amerika Serikat dan Iran.
Menurutnya, optimisme terhadap prospek perdamaian di Timur Tengah menjadi pendorong utama yang mengangkat performa mata uang negara berkembang, termasuk rupiah. Redanya ketegangan geopolitik dipandang mampu meredam gejolak pasar keuangan dunia serta membuka jalan bagi kembalinya arus modal masuk ke instrumen aset berisiko.
Faktor domestik berupa situasi sosial dan politik yang aman serta terkendali juga menjadi penyokong laju rupiah. Aksi unjuk rasa yang terjadi belakangan ini terpantau berjalan damai sehingga tidak menimbulkan kepanikan berarti bagi para pemodal.
"Untuk pekan depan, rupiah diperkirakan masih memiliki peluang melanjutkan penguatan selama sentimen positif terkait upaya perdamaian AS-Iran tetap terjaga. Namun, pasar tetap mewaspadai kemungkinan perubahan sikap atau perkembangan geopolitik yang dapat mengubah ekspektasi investor secara cepat," sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Fokus pelaku pasar selanjutnya akan terarah pada agenda rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) pekan ini. Otoritas moneter tersebut diprediksi akan kembali menaikkan suku bunga acuan demi mengawal stabilitas nilai tukar rupiah serta memitigasi dampak ketidakpastian global.
Langkah pengetatan moneter ini berpeluang meningkatkan daya tarik aset finansial dalam negeri sekaligus memperkokoh sentimen positif bagi mata uang Garuda. Dengan kombinasi kondisi global yang kondusif serta kebijakan moneter domestik, kurs rupiah diproyeksikan bergerak di rentang Rp17.800 hingga Rp17.950 per dolar AS pada hari ini, dengan peluang menguat jika optimisme perdamaian di Timur Tengah tetap terjaga.