Emiten Ritel Catat Kinerja Positif, BRI Danareksa Beri Rekomendasi

Emiten Ritel Catat Kinerja Positif, BRI Danareksa Beri Rekomendasi
Ilustrasi: Emiten ritel mencatat pertumbuhan penjualan seiring momentum Lebaran 2026. (Foto: NET)

JAKARTA – Momentum Lebaran 2026 masih menjadi katalis kuat yang mendorong kinerja emiten ritel di pasar modal. Stimulus kini berlanjut melalui guyuran promo yang dibagikan emiten sejak April hingga Mei 2026, seperti diskon 50 persen dari MAPA dan MAPI, serta program tahunan dari ACES.

Analis BRI Danareksa Sekuritas mencatat adanya peningkatan same store sales growth (SSSG) pada sejumlah peritel sepanjang April hingga Mei 2026.

"Meskipun kami mengakui adanya kekhawatiran terkait melemahnya permintaan setelah musim perayaan Lebaran, kami melihat tanda-tanda pemulihan yang berkelanjutan pada SSSG MIDI sebagai peritel kebutuhan pokok," sebagaimana dilansir dari berita sumber.

MIDI mencatatkan SSSG periode April 2025 sebesar 1,1 persen year on year (YoY), yang kemudian membaik menjadi 7,15 persen pada Mei 2026. Di sisi lain, ACES melaporkan SSSG April 2026 sebesar 2,4 persen YoY akibat pergeseran waktu Lebaran, namun tetap berada dalam target manajemen.

Performa saham emiten ritel di pasar tetap terjaga meski indeks keyakinan konsumen pada Mei 2026 sempat turun. Saham MIDI tercatat naik 11,94 persen dan MAPI menguat 27,35 persen dalam tiga bulan terakhir, mengungguli IHSG yang justru terkoreksi 18,70 persen.

"Di sektor ritel, dana domestik sedikit meningkatkan eksposur kami dalam satu bulan terakhir, terutama pada MAPI dan MAPA," sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Analis mencatat bahwa investor asing secara selektif menambah posisi di MIDI, meski secara year-to-date posisi asing di ACES mengalami pengurangan. Sementara itu, sentimen negatif masih membayangi akibat pelemahan rupiah dan ketidakpastian makro yang membebani daya beli.

Meski menghadapi tantangan makro, BRI Danareksa Sekuritas tetap mempertahankan peringkat overweight untuk sektor ritel dengan alasan valuasi price to earnings (PE) yang sudah sangat rendah.

"Kami menilai valuasi PE saat ini sudah mencerminkan sebagian besar kekhawatiran terkait kondisi makro dan konsumsi yang ada. Kami kembali menegaskan MIDI dengan rekomendasi buy target harga Rp500 sebagai pilihan utama kami di sektor ini," sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Untuk emiten lainnya, sekuritas merekomendasikan buy untuk MAPA dengan target harga Rp800, MAPI di target harga Rp1.400, dan ACES di target harga Rp450.

"Kami tetap konstruktif terhadap model bisnis defensif yang berfokus pada kebutuhan pokok, yang memberikan visibilitas laba yang lebih baik di tengah kondisi konsumsi yang lebih lemah, prospek pertumbuhan yang lebih tangguh, serta potensi ekspansi margin," sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Di sisi lain, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, merekomendasikan akumulasi beli untuk saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) dengan target harga hingga Rp1.795. AMRT dinilai berhasil memperluas keunggulan kompetitif melalui integrasi ekosistem digital Alfagift dan ekspansi gerai ke wilayah luar Pulau Jawa.

"Pertumbuhan gerai baru yang difokuskan ke luar Pulau Jawa dan wilayah sub-urban juga menjadi motor penggerak pertumbuhan pendapatan (revenue growth) yang konsisten di kisaran high single digit," sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Berdasarkan riset IPOT Sekuritas, penjualan agregat peritel pada kuartal I/2026 tumbuh 12,8 persen YoY, melampaui rata-rata pertumbuhan lima tahun sebesar 11,5 persen YoY. Kinerja MAPI dan ACES didorong oleh momentum produk baru serta musim Lebaran yang lebih kuat dibandingkan tahun sebelumnya.

"Secara keseluruhan, kami melihat bahwa Lebaran 2026 lebih kuat dibanding 2025, sebagaimana tercermin dari SSSG peritel yang lebih tinggi pada kuartal I/2026. Dari sisi profitabilitas, laba MAPI pada kuartal I juga berada di atas ekspektasi, laba AMRT sesuai ekspektasi, sedangkan laba ACES berada di bawah ekspektasi," sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Meski demikian, analis mengingatkan bahwa kenaikan harga minyak yang tinggi dalam jangka panjang dapat memicu risiko bagi pertumbuhan SSSG.

"Namun demikian, kami menilai bahwa harga minyak yang tetap tinggi dalam jangka panjang dapat menjadi risiko bagi pertumbuhan SSSG peritel, terutama jika pemerintah menaikkan harga Pertamax, karena hal tersebut berpotensi berdampak negatif terhadap konsumsi dan pada akhirnya menekan SSSG peritel," sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Untuk rekomendasi, IPOT Sekuritas memberikan peringkat buy bagi ACES dengan target harga Rp660, MAPI di target harga Rp1.600, serta AMRT dengan target harga Rp2.600.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index