Kesepakatan Damai Amerika Serikat dan Iran Dorong Lonjakan Bursa Asia

Kesepakatan Damai Amerika Serikat dan Iran Dorong Lonjakan Bursa Asia
Ilustrasi: Bursa Asia mencatatkan kenaikan signifikan setelah kesepakatan damai sementara antara AS dan Iran. (Gambar: NET)

JAKARTA – Bursa Asia mencatatkan lonjakan pada perdagangan Senin, 15 Juni 2026, menyusul kesepakatan damai sementara antara Amerika Serikat dan Iran. Kesepakatan ini dinilai menjanjikan pengurangan tekanan inflasi global sekaligus meredam potensi kenaikan suku bunga lebih lanjut.

Berdasarkan data Bloomberg pukul 08.20 WIB, indeks Nikkei 225 naik 3.393,34 poin atau 5,14 persen ke 69.403,75. Hang Seng naik 283,32 poin atau 1,15 persen ke 25.001,42, Taiex naik 1.127,87 poin atau 2,60 persen ke 45.379,61, ASX 200 naik 124,77 poin atau 1,99 persen ke 8.929,80, Straits Times naik 54,46 poin atau 1,07 persen ke 5.080,66, serta FTSE Malaysia naik 7,5 poin atau 0,45 persen ke 1.681,27.

Mengutip laporan Reuters, pasar saham di Asia menguat seiring dengan melemahnya dolar dan anjloknya harga minyak dunia. Kabar damai ini juga memberikan sentimen positif dengan mengurangi urgensi kenaikan suku bunga yang lebih tinggi.

Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, mengonfirmasi pencapaian kesepakatan tersebut melalui media sosial pada Senin pagi. Sementara itu, Presiden Donald Trump menyebutkan bahwa kesepakatan itu mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz yang vital, meskipun belum merinci mekanisme pelaksanaannya.

Di sisi lain, Iran menyatakan bahwa lalu lintas di selat tersebut akan diatur oleh Iran dan Oman. Hal ini menimbulkan spekulasi mengenai adanya pungutan pada pelayaran yang dapat memengaruhi aturan perdagangan bebas.

"Kurangnya detail, terutama tentang kebebasan pelayaran, merupakan kekhawatiran, tetapi bukan sesuatu yang seharusnya membatasi pasar hari ini karena lonjakan selera risiko sedang terjadi," sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Analis menilai prospek penurunan harga energi ini mengubah arah pembahasan bagi bank sentral menjelang serangkaian keputusan kebijakan mendatang. Kabar ini memberikan kelegaan bagi para bank sentral yang dijadwalkan bertemu minggu ini, karena mengurangi tekanan untuk memperketat kebijakan moneter guna menangkal ekspektasi inflasi energi.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index