Cermati Strategi Trading Buy Saham PGAS Saat Koreksi Teknis

Cermati Strategi Trading Buy Saham PGAS Saat Koreksi Teknis
Ilustrasi Saham PGAS terkoreksi 2,60 persen setelah reli dua hari berturut-turut. (Foto: NET)

JAKARTA – Setelah reli selama dua hari, saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) kembali terkoreksi 2,60 persen ke level 1.500. Meskipun demikian, muncul sinyal strategi trading buy yang menarik untuk diperhatikan.

Dominasi tekanan jual pada saham ini terlihat dari nilai transaksi yang mencapai Rp90,29 miliar. Investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp15,50 miliar hanya dalam satu hari perdagangan.

Selama tiga hari berturut-turut, dana asing terus meninggalkan saham PGAS. Kondisi ini membuat investor ritel cenderung bersikap wait and see di pinggir lapangan.

Secara teknikal, MNC Sekuritas memperkirakan PGAS sedang berada pada fase pembentukan wave 4 dari wave C. Fase koreksi ini secara teori merupakan jeda sebelum memasuki gelombang kenaikan berikutnya.

Strategi yang disarankan adalah melakukan trading buy secara bertahap pada area 1.440 hingga 1.485. Saat ini, harga PGAS berada sedikit di atas Moving Average 5 sederhana di kisaran 1.487 yang menjadi area penting.

Selama harga bertahan di atas area tersebut, peluang technical rebound menuju target pertama di 1.570 masih terbuka. Jika momentum berlanjut, target berikutnya berada di level 1.635.

Disiplin batas risiko tetap harus dijaga dengan ketat. Apabila harga turun di bawah 1.405, maka asumsi wave 4 berpotensi gagal dan tekanan jual dapat berlanjut lebih dalam.

Penurunan harga PGAS saat ini lebih menyerupai aksi profit taking dibandingkan dengan perubahan tren secara drastis. Hal ini terlihat dari penurunan yang relatif masih terkendali setelah reli dalam dua hari sebelumnya.

Strategi trading buy lebih relevan dibandingkan dengan melakukan akumulasi besar secara langsung. Investor dapat menunggu harga memasuki area 1.440-1.485 sambil mengamati volume pembelian.

Tren menengah PGAS secara teknikal memang belum sepenuhnya keluar dari tren turun. Bagi trader jangka pendek, fase koreksi ini sering kali menjadi titik masuk yang menarik selama support mampu bertahan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index