JAKARTA – Rencana penawaran umum perdana saham dari sejumlah perusahaan teknologi dan kecerdasan buatan terbesar dunia berpotensi memicu pergeseran aliran dana. Investor diperkirakan akan mengalihkan modal dari pasar kripto ke pasar saham Amerika Serikat.
Salah satu Pedagang Aset Keuangan Digital, Bittime, menilai langkah IPO SpaceX, OpenAI, dan Anthropic berpotensi menciptakan tekanan likuiditas jangka pendek. Ketiga perusahaan tersebut diperkirakan memiliki total valuasi mendekati US$ 3 triliun.
Besarnya skala IPO tersebut dinilai dapat menarik minat investor global untuk mengalokasikan dana ke sektor teknologi dan kecerdasan buatan. Hal ini terjadi saat pasar kripto sendiri masih bergerak tanpa arah yang jelas.
Berdasarkan data CoinMarketCap, Bitcoin sempat terkoreksi sekitar 21 persen dalam sebulan terakhir. Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn, menyatakan bahwa kondisi pasar yang bergerak sideways memperbesar peluang rotasi dana ke instrumen baru.
"Dalam jangka pendek, kondisi ini berpotensi menarik sebagian likuiditas dari berbagai kelas aset, termasuk pasar kripto," ujar Ryan dalam keterangannya, Kamis (11/6/2026), sebagaimana dilansir dari berita sumber. Banyak investor institusi maupun ritel kemungkinan akan melakukan rebalancing portofolio untuk mendapatkan eksposur terhadap saham perusahaan teknologi tersebut.
Meski demikian, Bittime menilai perpindahan likuiditas ini tidak menjadi ancaman bagi aset digital dalam jangka panjang. Ryan meyakini bahwa setelah euforia IPO mereda, sebagian dana berpotensi kembali mengalir ke pasar kripto.
"Investor akan selalu mencari peluang pertumbuhan terbaik. Namun ketika euforia IPO mereda, sebagian modal tersebut berpotensi kembali masuk ke aset digital, terutama jika pasar kripto kembali menunjukkan momentum penguatan," katanya, sebagaimana dilansir dari berita sumber. Fenomena ini mencerminkan tingginya minat investor terhadap sektor inovasi teknologi dan ekonomi digital.
Selain itu, Bittime mencatat adanya peningkatan minat investor Indonesia terhadap aset tokenisasi atau real-world assets. Tren ini menunjukkan investor domestik semakin aktif mencari diversifikasi investasi melalui berbagai instrumen global.
Beberapa aset tokenisasi yang diminati meliputi Tether Gold, Silver Token, serta berbagai tokenized ETF. Pengguna kini semakin tertarik pada akses instrumen global mulai dari komoditas hingga indeks pasar saham Amerika Serikat.