Setelah Dua Tahun, Phapros Kembali Bagikan Dividen 15 Persen

Setelah Dua Tahun, Phapros Kembali Bagikan Dividen 15 Persen
Ilustrasi RUPST Phapros menyetujui dividend payout ratio 15% setelah dua tahun absen. (Foto: NET)

JAKARTA – Setelah sempat absen selama dua tahun, PT Phapros Tbk (PEHA) akan kembali memberikan dividen kepada para pemegang saham. Emiten farmasi ini memutuskan untuk membagikan dividen tunai sebesar 15% dari laba bersih tahun buku 2025.

Keputusan tersebut disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Kamis (11/6). Direktur Utama Phapros, Intan Abdams Katoppo, menyampaikan bahwa RUPST menyepakati dividend payout ratio sebesar 15% atau setara Rp 4,12 miliar dari total laba bersih 2025 yang mencapai Rp 27,4 miliar.

Dengan besaran tersebut, investor saham PEHA akan menerima dividen sebesar Rp 4,7 per saham atau Rp 470 per lot. Pada perdagangan Kamis (11/6), harga saham PEHA berada di level Rp 230, turun 2,54% dari hari sebelumnya.

"Jadi kami juga bersyukur karena setelah dua tahun berturut-turut tidak memberikan dividen, kini akhirnya pemegang saham dapat kembali menerima dividen,” ungkap Intan, dalam Agenda Paparan Publik Virtual, Kamis (11/6/2026), sebagaimana dilansir dari berita sumber. Sebelumnya, PEHA terakhir kali membagikan dividen dari tahun buku 2023 sebesar Rp 13,37 per saham.

Intan melanjutkan, PEHA berhasil mencetak kinerja cemerlang pada tahun 2025 dengan pertumbuhan signifikan pada sisi penjualan dan laba bersih. Phapros berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp 27,4 miliar, berbanding terbalik dengan tahun 2024 yang mengalami kerugian sebesar Rp 290,6 miliar.

Pertumbuhan ini didorong oleh kenaikan penjualan hingga dua digit serta keberhasilan strategi efisiensi operasional. Penjualan Phapros tahun 2025 tercatat sebesar Rp940,88 miliar, naik 26,34% secara tahunan (yoy).

Kenaikan penjualan terjadi di seluruh segmen produk, di mana segmen obat bebas (OTC) naik 43,20% yoy, segmen obat generik (OGB) tumbuh 13,95% yoy, dan segmen ethical melesat hingga 55% yoy. Sepanjang tahun 2025, perusahaan juga mampu menekan beban pokok penjualan (COGS) sebesar 5,41% menjadi Rp 448,37 miliar dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar Rp 474,03 miliar.

Performa apik ini diperkuat dengan kemampuan perseroan menekan beban usaha yang turun 14,64% menjadi Rp 406,43 miliar pada 2025 dari Rp 476,12 miliar di 2024. Intan menjelaskan bahwa strategi cost restructuring sepanjang 2025 terbukti berhasil meningkatkan efisiensi produksi.

Rasio COGS terhadap penjualan pada 2025 juga turun secara signifikan menjadi 47,65% dibandingkan dengan tahun 2024 sebesar 63,65%. “Rendahnya rasio COGS terhadap penjualan, menandakan bahwa proses produksi berjalan sangat efisien dan margin laba kotor yang lebih besar,” tambahnya, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Pencapaian positif lainnya adalah keberhasilan pemangkasan liabilitas pada 2025 sebesar 7,45% menjadi Rp959,70 miliar dibandingkan dengan tahun 2024 sebesar Rp1.036,92 miliar. Keberhasilan memangkas kewajiban ini mendorong peningkatan ekuitas pada 2025 menjadi Rp427,47 miliar, naik 8,74% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp393,12 miliar.

Phapros juga mampu menjaga arus kas dengan baik, di mana arus kas bersih dari aktivitas operasi perusahaan bernilai positif Rp123,757 miliar. Saldo kas perusahaan pada 31 Desember 2025 mencapai Rp120,98 miliar, naik 31,49% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp92 miliar.

“Parameter-parameter positif yang telah diukir sepanjang tahun buku 2025 ini, menjadi semangat baru bagi Manajemen untuk membuktikan bahwa Phapros dapat terus tumbuh dan memenuhi harapan shareholders secara berkelanjutan. Phapros pasti bisa, Phapros itu sehat, sehat itu Phapros,” tutup Intan, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index