JAKARTA – Grafik nilai jual minyak mentah bergerak menguat pada sesi transaksi hari Rabu (10/6), dipicu oleh langkah Presiden AS Donald Trump yang melayangkan peringatan mengenai aksi gempuran AS yang bakal segera dilancarkan ke wilayah Iran, serta catatan penyusutan yang cukup signifikan pada sektor stok minyak mentah domestik.
Harga minyak varian WTI untuk kontrak pendistribusian bulan Juli merangkak naik sebesar 2,1 persen hingga menyentuh level USD 90,03 per barel di New York. Sementara itu, minyak komoditas Brent untuk masa penyelesaian bulan Agustus terkerek up 1,8 persen ke posisi USD 93,10 per barel.
Batu Bara - Di sisi lain, grafik harga untuk komoditas batu bara bergerak menguat pada sesi penutupan aktivitas transaksi hari Rabu. Nilai jual batu bara ICE Newcastle merujuk pada laman situs Barchart berakhir menguat tipis sebesar 0,5 persen berada pada angka USD 150,95 per ton.
CPO - Nilai tukar komoditas minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) dilaporkan menunjukkan performa positif pada perdagangan Rabu. Bersandarkan pada data situs tradingeconomics.com, nominal jual CPO menguat tipis berkisar 0,22 persen ke level MYR 4.538 per ton.
Nikel - Sementara itu, sektor harga untuk logam nikel terdeteksi mengalami depresiasi nilai pada sesi penutupan transaksi perdagangan hari Rabu. Menilik pada data London Metal Exchange (LME), nominal pasar nikel jatuh sedalam 2,14 persen menuju angka USD 17.678 per ton.
Timah - Di koridor yang sama, nilai jual untuk komoditas timah pun teramati menderita pelemahan pada sesi penutupan perdagangan hari Rabu. Merujuk pada publikasi London Metal Exchange (LME), harga timah menyusut sebesar 1,03 persen dan hinggap pada level USD 51.960 per ton.