JAKARTA – PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII) tengah bersiap untuk menerbitkan instrumen surat utang atau obligasi dengan nilai emisi total sebesar Rp2 triliun. Seluruh dana yang diperoleh dari hasil penerbitan obligasi ini nantinya bakal dialokasikan guna menyokong penyaluran kredit perseroan.
Langkah emisi surat utang ini menjadi bagian awal dari rangkaian program Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Obligasi Berkelanjutan V Bank Maybank Indonesia yang membidik total penghimpunan dana sebesar Rp5 triliun. Penerbitan kali ini bertindak sebagai tahap kesatu dari program tersebut.
Mengacu pada prospektus ringkas perseroan yang dipublikasikan pada Kamis (11/6/2026), Maybank bersiap meluncurkan tiga seri obligasi yang masing-masing memiliki masa tenor selama 370 hari, 3 tahun, serta 5 tahun terhitung sejak waktu emisi. Terkait dengan tingkat suku bunga yang ditawarkan, baru akan dipastikan setelah selesainya periode penawaran awal pada tanggal 18 Juni 2026.
Untuk pembayaran bunga obligasi yang pertama dijadwalkan bakal bergulir pada tanggal 2 Oktober 2026. Sementara itu, untuk pelunasan dana pokok obligasi akan diselesaikan tepat pada waktu jatuh temponya, yaitu berkisar antara tanggal 12 Juli 2027 sampai dengan 2 Juli 2031, menyesuaikan dengan pilihan tenor masing-masing seri.
Guna melancarkan jalannya aksi korporasi ini, Maybank telah menunjuk serta bekerja sama dengan 6 entitas perusahaan sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi, meliputi BRI Danareksa Sekuritas, Indo Premier Sekuritas, Maybank Sekuritas, Trimegah Sekuritas, KB Valbury Sekuritas, dan Mandiri Sekuritas.
Di sisi lain, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) ditunjuk untuk mengemban posisi sebagai Wali Amanat, sedangkan untuk pihak penjamin emisi obligasi bakal disepakati dan diumumkan di kemudian hari.
Lembaga pemeringkat Pefindo memberikan predikat peringkat idAAA (Triple A) bagi instrumen obligasi jangka panjang milik Maybank Indonesia tersebut. Hasil pemeringkatan ini mempunyai masa berlaku yang terhitung sejak tanggal 3 Maret 2026 sampai dengan 1 Maret 2027.
Apabila melihat pada jadwal pelaksanaan yang ada, fase penawaran awal atau book building diagendakan berlangsung dari tanggal 10 hingga 18 Juni 2026. Tahapan selanjutnya berupa penawaran umum dijadwalkan berjalan pada tanggal 29 Juni, sehingga instrumen obligasi tersebut ditargetkan dapat resmi tercatat dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 3 Juli.