Dividen IPCC Naik 26 Persen, Capai Rp112,85 per Saham

Dividen IPCC Naik 26 Persen, Capai Rp112,85 per Saham
Ilustrasi IPCC mengalokasikan dividen tunai sebesar Rp205,21 miliar untuk tahun buku 2025. (Foto: NET)

JAKARTA – PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) secara resmi memastikan alokasi keseluruhan dividen senilai 205,21 miliar rupiah dari performa tahun buku 2025.

Angka ini setara dengan perolehan 112,85 rupiah bagi tiap lembar saham. Sebagai emiten yang berada di bawah payung ekosistem Pelindo Group, IPCC konsisten mempertahankan rasio pembagian dividen (payout ratio) di kisaran 80 persen.

Berkat pencapaian laba bersih yang tumbuh pesat pada tahun lalu, nilai nominal dividen kali ini terkerek naik 26 persen jika disandingkan dengan tahun buku 2024 yang tercatat sebesar 86,81 rupiah per saham.

Direktur Utama IPCC, Sugeng Mulyadi, memaparkan bahwa manajemen sebelumnya telah menuntaskan penyaluran dividen interim sebesar 47,57 miliar rupiah atau senilai 26,16 rupiah per saham yang diserahterimakan pada permulaan Januari 2026.

"Sisa dividen final yang akan didistribusikan sebesar Rp157,6 miliar atau Rp86,69 per saham," ujar Sugeng sebagaimana dilansir dari berita sumber pada Kamis (11/6/2026).

Sugeng menjelaskan bahwa langkah tersebut ditopang oleh kondisi finansial serta likuiditas perusahaan yang sangat kuat, di mana hingga penghujung tahun 2025, dana kas dan setara kas yang dikantongi IPCC berada di angka 1,08 triliun rupiah beserta catatan nihil utang berbunga.

"Kami berkomitmen menjaga pertumbuhan yang sehat melalui penguatan operasional, pengembangan layanan yang adaptif terhadap kebutuhan industri, serta penerapan prinsip keberlanjutan yang memastikan Perseroan tetap mampu memberikan manfaat bagi pemegang saham, pelanggan, dan seluruh pemangku kepentingan di masa mendatang," ungkap Sugeng sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Direktur Keuangan, SDM, dan Manajemen Risiko IPCC, Wing Megantoro, menambahkan bahwa strategi dividen ini merupakan buah dari tata kelola finansial yang prudent serta berorientasi pada aspek keberlanjutan bisnis.

"Kinerja yang kami raih tidak hanya didukung oleh penguatan fundamental keuangan, tetapi juga oleh keberhasilan transformasi operasional, pengelolaan risiko yang terintegrasi, serta peningkatan kapabilitas sumber daya manusia yang menjadi fondasi keberlanjutan bisnis IPCC," pungkas Wing sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index