Bursa Asia Beragam, Sektor Teknologi Dorong Nikkei dan Kospi ke Atas

Bursa Asia Beragam, Sektor Teknologi Dorong Nikkei dan Kospi ke Atas
Ilustrasi Indeks Hang Seng Hong Kong melemah di awal sesi, tertekan oleh sektor finansial dan ritel. (Foto: NET)

JAKARTA – Pasar saham Asia mengawali transaksi di zona hijau pada Rabu, 10 Juni 2026. Indeks KOSPI dari Korea Selatan bersama Nikkei 225 asal Jepang membukukan penguatan di awal sesi perdagangan, sedangkan indeks Hang Seng di Hong Kong terpantau masih tertahan di zona merah. Di China daratan, Indeks Shanghai Composite ikut memperlihatkan pergerakan naik.

Mengacu pada data transaksi bursa, indeks KOSPI mengawali perdagangan pada posisi 7.697,76, meningkat dari sesi penutupan terdahulu yang berada di level 7.484,41.

Di sepanjang sesi awal pasar, indeks ini sempat merangkak naik ke titik tertinggi 8.119,09 dan tergelincir ke titik terendah 7.598,87. Aksi borong saham pada sektor teknologi serta semikonduktor yang kembali dilirik oleh para pemodal menjadi pemicu menguatnya indeks KOSPI.

Gairah positif terhadap industri kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) tetap menjadi salah satu penyokong utama laju pergerakan pasar di Korea Selatan.

Tekanan yang sempat dialami KOSPI pada sesi terdahulu disebabkan oleh koreksi massal saham chip dunia setelah laporan data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang solid memperkuat prediksi bahwa tingkat suku bunga tinggi akan dipertahankan dalam durasi yang lebih lama.

Pada momen tersebut, saham Samsung Electronics anjlok 10,2 persen serta SK Hynix jatuh 7,7 persen. Kendati demikian, pada sesi transaksi berikutnya, rasa optimis terhadap prospek sektor industri AI kembali mendongkrak ketertarikan para penanam modal.

Atmosfer positif ini merebak setelah CEO Nvidia, Jensen Huang, mengutarakan bahwa koreksi di sektor semikonduktor merupakan sebuah kesempatan untuk membeli, sekaligus menegaskan kembali komitmen kemitraan perusahaannya dengan jajaran sekutu teknologi di Korea Selatan.

Sementara di Jepang, indeks Nikkei 225 juga dibuka melompat ke level 64.625,26 dari posisi penutupan sebelumnya yang berada di angka 64.024,60. Laju penguatan Nikkei ditopang oleh bangkitnya kembali saham-saham di sektor teknologi serta dorongan dari pelemahan nilai tukar yen.

Di sisi lain, Indeks Hang Seng Hong Kong mengawali sesi di posisi 24.551,93, melemah apabila dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level 24.657,06. Langkah Hang Seng masih dibayangi oleh tekanan yang melanda sektor finansial, ritel, hingga energi.

Para pelaku pasar masih menanti dampak dari penyegaran struktur indeks teknologi Hong Kong yang kini mulai mengikutsertakan korporasi AI domestik seperti MiniMax Group serta Zhipu AI, sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Untuk wilayah China daratan, indeks Shanghai Composite mengawali perdagangan di level 3.977,54, bergerak lebih tinggi daripada penutupan sebelumnya di angka 3.959,34. Menukil Reuters, Selasa, 9 Juni 2026, atmosfer positif di pasar saham China disokong oleh laporan data perdagangan yang mencatatkan hasil di atas estimasi, sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Sektor ekspor China pada periode Mei dilaporkan tumbuh sebesar 19,4 persen secara tahunan (year-on-year), sedangkan untuk sektor impor melonjak 27,4 persen jika dikomparasikan dengan periode yang sama pada tahun terdahulu.

Lonjakan aktivitas ekspor ini didorong oleh tingginya angka permintaan pasar global terhadap produk-produk berbasis teknologi, tidak terkecuali semikonduktor serta peranti pemrosesan data yang bertalian erat dengan ekspansi AI, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Fokus para penanam modal saat ini tertuju pada rilis data inflasi Amerika Serikat yang dijadwalkan keluar dalam waktu dekat. Koreksi pada indeks Nasdaq sebesar 0,97 persen serta penurunan indeks semikonduktor Philadelphia (SOX) senilai 1,9 persen mengindikasikan bahwa investor mulai mengkaji ulang valuasi dari saham-saham AI pascareli masif yang berlangsung di sepanjang tahun ini.

 Walau begitu, pembukaan bursa saham di wilayah Asia memperlihatkan bahwa daya tarik investor pada sektor teknologi dan AI terhitung masih sangat kuat, terkhusus di kawasan Korea Selatan serta Jepang.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index