JAKARTA – Harga saham PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) pada Selasa (9/6/2026) berhasil rebound setelah mengalami tekanan pelemahan yang sangat dalam selama satu bulan terakhir.
Kebangkitan harga ini terjadi bertepatan dengan keputusan perseroan untuk membagikan dividen senilai hampir setengah triliun rupiah.
Pada perdagangan Selasa (9/6), saham DSNG ditutup di level Rp 1.100, naik 25 poin atau 2,33 persen secara harian. Sebelumnya, harga saham DSNG sempat merosot dalam 30 hari terakhir dengan akumulasi penurunan mencapai 33,93 persen.
Kenaikan harga ini bertepatan dengan digelarnya Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2025 yang menetapkan pembagian dividen tunai sebesar Rp 498 miliar, yang setara dengan Rp 47 per saham dari laba tahun buku 2025. Dengan demikian, setiap satu lot saham DSNG mendapatkan dividen sebesar Rp 4.700 sebelum pajak.
Sebagai catatan, laba bersih DSNG melonjak 60,2 persen menjadi Rp 1,8 triliun pada 2025, dengan pendapatan mencapai Rp 12,3 triliun atau naik 21,7 persen secara tahunan (year-on-year/YoY). Segmen kelapa sawit memberikan kontribusi terbesar terhadap pendapatan perseroan, yakni sebesar 88 persen dari total pendapatan tahun lalu.
Direktur Utama DSNG, Andrianto Oetomo, mengatakan perseroan terus memperkuat fondasi bisnis melalui pengelolaan yang prudent dengan fokus pada peningkatan produktivitas, efisiensi operasional, dan penerapan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (GCG).
“Ke depan, perseroan akan terus fokus pada pertumbuhan yang berkelanjutan melalui penguatan operasional, memperkuat budaya continuous improvement, serta mengelola risiko yang lebih baik agar lebih agile terhadap perkembangan ekonomi global maupun domestik,” ujar Andrianto dalam keterangan resmi, Selasa (9/6/2026), sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Pada kuartal I 2026, DSNG mencatatkan pendapatan Rp 2,88 triliun (tumbuh 8 persen YoY) dan laba bersih Rp 430,43 miliar (naik 16,91 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 368,15 miliar). Dari sisi operasional, produksi tandan buah segar (TBS) mencapai 492.000 ton dan produksi CPO mencapai 141.000 ton per Maret 2026.
Analis Pilarmas Investindo Sekuritas, Arinda Izzaty, menilai prospek emiten CPO pada 2026 masih positif berkat harga CPO global yang tinggi dan permintaan ekspor yang kuat.
Sementara itu, Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo Wibowo, menambahkan bahwa pertumbuhan produksi yang stabil serta rata-rata harga jual (average selling price) CPO yang tinggi turut menopang kinerja DSNG.
“Prospek DSNG masih positif berkat dukungan harga CPO, pertumbuhan produksi, dan efisiensi operasional,” ujarnya, sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Di sisi lain, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menilai kinerja DSNG tetap solid dengan manajemen utang dan profitabilitas yang baik, sehingga sahamnya dinilai menarik untuk investasi jangka panjang dengan rekomendasi buy on weakness dan target harga Rp 1.635 per saham.