Danantara Undur Merger BUMN Karya hingga Kuartal Empat 2026

Danantara Undur Merger BUMN Karya hingga Kuartal Empat 2026
Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria (Foto: NET)

JAKARTA – Rencana penggabungan usaha untuk klaster BUMN Karya dipastikan tertunda dari jadwal awal yang seharusnya berlangsung bulan Juni. Keputusan ini diambil setelah pihak Danantara Indonesia memindahkan tenggat waktu penyelesaian integrasi tersebut hingga kuartal IV/2026.

Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menerangkan bahwa penundaan target penyelesaian konsolidasi di sektor konstruksi ini disebabkan oleh banyaknya proses restrukturisasi kewajiban keuangan serta perbaikan internal yang harus diselesaikan oleh masing-masing perusahaan BUMN Karya.

“BUMN Karya awalnya kan Juni, yang kemungkinan nanti akan digeser menjadi kuartal keempat. Karena memang masih banyak restrukturisasi yang harus diselesaikannya,” kata Dony ketika diwawancarai di Jakarta sebagaimana dilansir dari berita sumber pada Selasa (9/6/2026).

Meskipun harus menghadapi kendala administratif dan kompleksitas dalam penyehatan kondisi keuangan di sektor tersebut, Dony menegaskan bahwa Danantara tetap optimistis seluruh agenda perbaikan struktur pada sektor konstruksi ini dapat rampung dengan maksimal hingga akhir tahun.

Di sisi lain, tahun 2026 dipandang sebagai masa pemulihan bagi BUMN Karya. Langkah perbaikan ini adalah syarat mutlak yang perlu dipenuhi sebelum pemerintah menyatukan 7 perusahaan konstruksi milik negara menjadi tiga entitas saja.

Agenda pemulihan ini pun menjadi prioritas utama bagi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA), PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT), PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI), dan PT PP (Persero) Tbk. (PTPP).

Fokus utama mereka terletak pada penuntasan restrukturisasi beban utang serta perbaikan arus kas guna menekan biaya bunga yang selama ini membebani likuiditas operasional.

Selain itu, Dony menjelaskan bahwa kemunduran target pada klaster konstruksi ini bertolak belakang dengan kondisi di sektor lain yang justru menunjukkan peningkatan kinerja dan pembenahan yang berlangsung lebih cepat.

Beberapa rencana aksi korporasi strategis di bawah naungan Danantara diprediksi akan rampung sesuai jadwal. Salah satunya adalah proses pada PT Mandiri Manajemen Investasi (MMI) yang dijadwalkan selesai bulan ini.

Tidak hanya itu, Dony yang juga menjabat sebagai Kepala BP BUMN memaparkan berbagai pencapaian penting dalam program efisiensi, mulai dari peresmian kawasan industri hingga langkah penghematan di bidang telekomunikasi.

“Pembukaan kawasan industri sudah selesai, kemudian juga spin-off daripada Danareksa sudah beres. Streamlining Telkom Indonesia dan di pupuk juga sedang berjalan. Ini progresnya kami percepat,” tutupnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index