Akulaku Finance Raih Pendanaan 500 Miliar Rupiah dari Bank Danamon

Akulaku Finance Raih Pendanaan 500 Miliar Rupiah dari Bank Danamon
Ilustrasi Akulaku Finance resmi menerima pendanaan Rp 500 miliar dari Bank Danamon untuk penguatan kapasitas pembiayaan. (Foto: NET)

JAKARTA – PT Akulaku Finance Indonesia (Akulaku Finance) menyepakati fasilitas pendanaan senilai Rp 500 miliar dari PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Danamon) guna memperkuat kapasitas pembiayaan dan mendukung pertumbuhan layanan pembiayaan digital di Indonesia.

Presiden Direktur Akulaku Finance Indonesia, Perry Barman Slangor, menyampaikan fasilitas pendanaan tersebut akan digunakan untuk mendukung kebutuhan modal kerja Akulaku Finance Indonesia, seiring dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan pembiayaan digital. Ia berharap dukungan pendanaan itu dapat memperkuat kapasitas perusahaan dalam menghadirkan solusi pembiayaan yang relevan bagi berbagai segmen masyarakat.

“Sinergi dengan Danamon diharapkan dapat mendukung pengembangan layanan pembiayaan yang makin relevan dengan kebutuhan masyarakat, sekaligus memperkuat fondasi pertumbuhan perusahaan ke depan,” ujar Perry dalam keterangan resmi, Senin (8/6), sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Direktur Global Alliance Strategy Danamon, Jin Yoshida, menerangkan bahwa kerja sama dengan Akulaku Finance sejalan dengan komitmen perusahaan untuk menghadirkan solusi keuangan holistik dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan nasabah, termasuk bagi sektor penyedia layanan pembiayaan digital.

Ia juga melihat kerja sama dengan Akulaku Finance Indonesia sebagai langkah strategis perusahaan dalam memperkuat dukungan pembiayaan kepada sektor multifinance berbasis teknologi di Indonesia.

“Melalui penyediaan fasilitas modal kerja itu, kami berharap dapat memperkuat kapasitas pendanaan Akulaku Finance Indonesia dalam melayani kebutuhan pembiayaan masyarakat secara bertanggung jawab dan berkelanjutan. Kerja sama itu juga mencerminkan komitmen Danamon dalam memperkuat kolaborasi dengan nasabah korporasi, sekaligus mengoptimalkan sinergi dalam ekosistem MUFG di Indonesia,” ujarnya, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Di tengah pertumbuhan ekonomi digital Indonesia, Jin menerangkan bahwa kolaborasi antara institusi perbankan dan perusahaan pembiayaan digital menjadi makin relevan dalam mendukung perluasan layanan keuangan formal. Ia mengatakan sinergi kedua sektor tersebut dapat berkontribusi positif terhadap penguatan industri jasa keuangan nasional, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index