JAKARTA – PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) telah menetapkan estimasi sumber daya mineral perdana (maiden Mineral Resource Estimate/MRE) di Prospek Kolokoa, Gorontalo, dengan kandungan emas sekitar 445.000 ons. Penemuan ini mendorong total inventaris sumber daya mineral di Tambang Emas Pani naik menjadi sekitar 7,4 juta ons emas.
Berdasarkan estimasi per 1 Juni 2026, Prospek Kolokoa yang berjarak sekitar 500 meter dari area Tambang Emas Pani, Kabupaten Pohuwato, memiliki sumber daya mineral sebesar 42 juta ton dengan kadar emas rata-rata 0,33 gram per ton (g/t), atau setara dengan 445.000 ons emas.
Penambahan tersebut meningkatkan total inventaris sumber daya mineral emas di Tambang Emas Pani dari sebelumnya sekitar 7 juta ons menjadi 7,4 juta ons, yang mencerminkan pertumbuhan sekitar 6%.
Presiden Direktur Merdeka Gold Resources, Boyke Poerbaya Abidin, mengungkapkan bahwa keberhasilan ini menunjukkan kapabilitas perseroan dalam mengubah hasil eksplorasi menjadi sumber daya mineral dalam waktu yang relatif singkat.
“Dalam waktu enam bulan, kami berhasil menetapkan sumber daya mineral perdana yang mengandung 445.000 ons emas. Hasil ini mendukung strategi pertumbuhan produksi jangka panjang Perseroan, termasuk rencana peningkatan produksi puncak hingga 500.000 ons per tahun,” ujarnya sebagaimana dilansir dari berita sumber pada Senin (8/6/2026).
Menurut penjelasan manajemen, kedekatan lokasi Kolokoa dengan Tambang Emas Pani memungkinkan penggunaan infrastruktur yang sudah ada, sehingga menciptakan sinergi operasional. Deposit ini juga dinilai memberikan fleksibilitas dalam perencanaan tambang serta optimalisasi kadar bijih guna meningkatkan keekonomian proyek.
Penetapan sumber daya mineral di Kolokoa dilakukan melalui rangkaian program eksplorasi selama enam bulan, yakni mulai November 2025 hingga April 2026. Program tersebut mencakup pengeboran inti (diamond drilling) sebanyak 54 lubang dengan total panjang mencapai 11.701,6 meter.
Pengeboran dilakukan untuk memetakan bentuk, kontinuitas, serta distribusi kadar mineralisasi emas, sekaligus meningkatkan tingkat keyakinan geologi yang diperlukan dalam penyusunan estimasi sumber daya mineral perdana.
Dari sisi metalurgi, pengujian awal menggunakan metode bottle-roll menunjukkan tingkat perolehan emas (gold recovery) yang tinggi. Material oksida mencatatkan tingkat perolehan antara 87% hingga 94%, sementara material transisi berada di kisaran 81% hingga 92%.
Perseroan memandang hasil tersebut mendukung kesesuaian karakteristik Kolokoa dengan rencana pengolahan di Tambang Emas Pani.
Lebih lanjut, sumber daya mineral Kolokoa dinilai masih memiliki potensi untuk dikembangkan. Mineralisasi emas masih terbuka ke arah utara, selatan, maupun ke kedalaman yang lebih dalam.
EMAS akan menggunakan model geologi dan sumber daya mineral Kolokoa untuk memandu program pengeboran lanjutan, studi metalurgi, serta kajian perencanaan tambang. Perseroan berkomitmen untuk terus melanjutkan aktivitas eksplorasi guna memperkuat basis sumber daya mineral di wilayah Tambang Emas Pani.