JAKARTA – Pasar keuangan Korea Selatan mengalami tekanan besar setelah produk investasi The Korea Fund mencatat penurunan nilai hingga 12 persen dalam satu hari perdagangan akhir pekan hingga Senin, 8 Juni 2026.
Kemerosotan tajam tersebut dipicu oleh meluasnya kekhawatiran pelaku pasar terhadap prospek sektor cip kecerdasan buatan (AI) serta tekanan hebat yang melanda mata uang lokal.
Kondisi ini memperburuk situasi bursa saham regional, di mana indeks Kospi Korea Selatan telah anjlok sebesar 5,54 persen menuju posisi 8.161. Sementara itu, kontrak berjangka Kospi 200 ikut jatuh sebesar 6,03 persen ke level 1.298,15.
Di sisi lain, pergeseran minat investor global ke sektor teknologi juga memengaruhi performa dana pencatatan saham bursa, seperti dilaporkan oleh Pluang.
Dalam jangka panjang sepuluh tahun terakhir, iShares Core Dividend Growth ETF (DGRO) sukses membukukan pengembalian sebesar 250 persen berkat kepemilikan saham perusahaan teknologi cepat tumbuh seperti Apple dan Microsoft.
Catatan performa pertumbuhan DGRO tersebut berhasil mengungguli Schwab U.S. Dividend Equity ETF (SCHD) yang menghasilkan pengembalian 233 persen. Meskipun demikian, SCHD tetap menawarkan hasil dividen lebih tinggi bagi para pensiunan.