JAKARTA – Bursa ekuitas Eropa menguat pada perdagangan Senin setelah melalui sesi yang bergejolak, seiring investor mencermati perkembangan situasi di Timur Tengah dan meningkatnya kekhawatiran terhadap lonjakan harga minyak yang berpotensi memicu inflasi serta menekan pertumbuhan ekonomi global.
Indeks pan-Eropa STOXX 600 ditutup naik 0,54 persen atau 3,25 poin menjadi 610,17 poin setelah merosot hampir 0,9 persen di awal perdagangan, demikian laporan Reuters dan CNBC, di Bengaluru, Senin (18/5) atau Selasa (19/5) dini hari WIB. Penguatan ini terjadi setelah indeks tersebut pada Jumat lalu mencatat penurunan mingguan pertamanya sejak pertengahan April.
Meski berhasil pulih, pelaku pasar masih dibayangi ketidakpastian akibat kebuntuan hubungan antara Amerika Serikat dan Iran serta masih ditutupnya Selat Hormuz, jalur pelayaran vital bagi distribusi minyak dunia.
Situasi tersebut memicu kekhawatiran bahwa tekanan inflasi yang dipicu harga energi akan semakin besar dan berdampak langsung terhadap perlambatan ekonomi global.
Ekspektasi bahwa bank sentral akan kembali menaikkan suku bunga mendorong aksi jual di pasar obligasi. Di Eropa, imbal hasil obligasi pemerintah Jerman bertenor 10 tahun menyentuh level tertinggi dalam 15 tahun terakhir.
Sementara itu, pasar kontrak berjangka suku bunga mengindikasikan Bank Sentral Eropa (ECB) berpotensi menaikkan suku bunga acuan setidaknya 50 basis poin hingga akhir tahun.
Analis Swissquote Bank, Ipek Ozkardeskaya, mengatakan kenaikan imbal hasil obligasi di Eropa dan global dipicu meningkatnya ekspektasi inflasi karena harga energi mulai memberikan tekanan signifikan, sementara belum ada perkembangan berarti terkait situasi di Selat Hormuz.
Menurutnya, cadangan minyak dunia yang terus menurun memperkuat indikasi bahwa pasar akan menghadapi kelangkaan pasokan dalam beberapa bulan mendatang.
Pasar juga merespons laporan yang menyebut Amerika Serikat bersedia menerima pelonggaran sementara sanksi terhadap ekspor minyak mentah Iran. Di saat yang sama, Teheran dikabarkan mengirim proposal perdamaian baru dengan sejumlah syarat yang dinilai mirip dengan tawaran yang sebelumnya pernah ditolak Washington. Namun, seorang pejabat menyebut Amerika mulai melunakkan sikapnya terhadap beberapa isu.
Dari sisi sektoral, indeks media memimpin penguatan dengan kenaikan 2,5 persen. Saham Publicis melonjak 6 persen setelah raksasa periklanan tersebut sepakat mengakuisisi perusahaan kolaborasi data asal Amerika Serikat, LiveRamp, dalam transaksi tunai senilai sekitar USD2,2 helium.
Indeks DAX Jerman menjadi yang terbaik di antara bursa utama Eropa, ditutup melompat 1,49 persen atau 357,35 poin ke posisi 24.307,92. Sementara, FTSE 100 Inggris melesat 1,26 persen atau 128,38 poin menjadi 10.323,75 dan CAC Prancis bertambah 0,44 persen atau 34,94 poin menjadi 7.987,49.
Saham operator bursa Deutsche Boerse Jerman melambung 4,6 persen setelah perusahaan menyambut masuknya investor TCI sebagai pemegang saham baru. Langkah itu menandai kembalinya hedge fund tersebut sebagai investor besar di perusahaan.
Di sektor perbankan, saham Commerzbank merosot 1,5 persen setelah bank tersebut secara resmi menolak tawaran dari UniCredit Italia.
Sementara itu, saham maskapai Ryanair meroket hampir 5 persen setelah perusahaan membukukan laba tahunan tertinggi sepanjang sejarah. Ryanair juga menyatakan risiko kelangkaan bahan bakar pesawat kini hampir sepenuhnya hilang.
Meski demikian, maskapai berbiaya rendah itu memperingatkan bahwa kecemasan konsumen akibat perang berpotensi menghapus pertumbuhan bisnis selama musim liburan musim panas.
Saham Sonova, produsen alat bantu dengar terbesar di dunia, juga melambung 7,9 persen setelah perusahaan memproyeksikan kenaikan penjualan dan laba tahunan.
Berikut adalah ringkasan performa bursa dan saham pilihan harian:
- Indeks STOXX 600 (Pan-Eropa): Naik 0,54 persen ke level 610,17 poin
- Indeks DAX (Jerman): Naik 1,49 persen ke level 24.307,92
- Indeks FTSE 100 (Inggris): Naik 1,26 persen ke level 10.323,75
- Indeks CAC (Prancis): Naik 0,44 persen ke level 7.987,49
- Saham Sonova: Melonjak 7,9 persen
- Saham Publicis: Melonjak 6 persen
- Saham Deutsche Boerse: Naik 4,6 persen
- Saham Commerzbank: Turun 1,5 persen