GBK Raih Pendapatan 812 Miliar Rupiah, Tertinggi dalam 63 Tahun

GBK Raih Pendapatan 812 Miliar Rupiah, Tertinggi dalam 63 Tahun
Ilustrasi GBK (Foto: NET)

JAKARTA – Pusat Pengelolaan Kompleks Gelora Bung Karno (PPKGBK) mencatatkan hasil pendapatan yang sangat positif. Sepanjang tahun 2025, pihak pengelola GBK berhasil mengumpulkan pemasukan bersih hingga menyentuh angka Rp 812 miliar. Raihan nominal tersebut menjadi rekor pendapatan paling tinggi sepanjang sejarah 63 tahun berdirinya manajemen kawasan Gelora Bung Karno (GBK).

Direktur Keuangan PPKGBK, Hendry Arisandi mengungkapkan bahwa nominal pendapatan sebesar Rp 812 miliar pada tahun 2025 ini merujuk kepada hasil laporan keuangan yang telah melewati proses audit resmi. Angka realisasi ini menunjukkan tren peningkatan yang cukup besar jika disandingkan dengan perolehan tahun sebelumnya yang tertahan di angka Rp 566 miliar.

Hendry menerangkan bahwa pencapaian finansial ini semakin memperkuat momentum optimalisasi pemanfaatan aset milik negara. Salah satu langkah strategisnya dilakukan melalui penataan ulang Blok 15 yang diestimasi dapat mendatangkan nilai tambah dari sektor ekonomi sekaligus memberikan dampak positif yang lebih luas bagi negara dan juga masyarakat.

Selain itu, catatan ini memperlihatkan adanya lompatan performa yang sangat signifikan bila dibandingkan dengan periode pascapandemi COVID-19. "Pada 2022, pendapatan GBK tercatat sebesar Rp 255 miliar. Artinya, pendapatan 2025 meningkat hampir empat kali lipat dalam kurun tiga tahun,” ujar Hendry dalam keterangan tertulis, Minggu (17/5/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Pundi-pundi pemasukan senilai Rp 812 miliar tersebut bersumber dari optimalisasi penyewaan dan pemanfaatan seluruh area venue yang berada di lingkungan GBK. Kompleks venue yang dimaksud di antaranya adalah Istora, Tennis Indoor, Indonesia Arena, Lapangan Bola ABC, JICC, hingga bersumber dari dana kontribusi para mitra BOT KSO yang menjalankan usahanya di area dalam kawasan GBK.

Lebih dari itu, realisasi perolehan dana pada tahun 2025 tersebut sudah melampaui target pemasukan awal yang ditetapkan pengelola GBK, yakni sebesar Rp 503 miliar. Melalui kalkulasi tersebut, maka performa dari pendapatan keuangan GBK tumbuh sebesar 161% sepanjang tahun 2025.

Hendry menambahkan bahwa kawasan GBK secara konsisten terus dioptimalkan guna memfasilitasi berbagai bentuk agenda olahraga, seni budaya, MICE, hiburan rekreasi, aktivitas komersial, hingga kegiatan masyarakat baik dalam skala nasional maupun internasional selama tahun 2025.

Di sisi lain, Direktur Utama PPKGBK, Rakhmadi A. Kusumo, menyampaikan bahwa performa pendapatan yang sangat memuaskan ini merupakan hasil nyata dari kolaborasi seluruh jajaran internal di GBK, asistensi penuh dari pemerintah, mitra usaha, para pengguna fasilitas kawasan, serta dukungan masyarakat luas. 

"Alhamdulillah, pendapatan GBK pada 2025 mencapai Rp812 miliar berdasarkan laporan keuangan audited. Capaian ini menjadi dorongan bagi kami untuk terus menjaga amanah pengelolaan kawasan GBK secara profesional, tertib, dan memberi manfaat nyata bagi negara serta publik,” kata Rakhmadi, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Ke depannya, Rakhmadi menandaskan bahwa PPKGBK menaruh harapan agar tren performa yang positif ini bisa terus dipertahankan dan diperkuat lewat strategi penataan sekaligus maksimasi fungsi Blok 15. Manajemen PPKGBK memandang bahwa pembenahan di Blok 15 merupakan langkah yang sangat krusial dalam program optimalisasi aset-aset negara yang ada di wilayah GBK.

Upaya ini diprediksi akan mempertegas esensi kawasan GBK sebagai sentra kegiatan olahraga, area publik, lokasi acara berskala nasional, MICE, tempat wisata rekreasi, sekaligus penggerak roda ekonomi yang sehat serta terukur.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index