IHSG Berpotensi Lanjutkan Koreksi ke Level 6.921 pada Senin Besok

IHSG Berpotensi Lanjutkan Koreksi ke Level 6.921 pada Senin Besok
Ilustrasi Saham Terkoreksi ((GAMBAR: finance.yahoo.com)

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksikan rawan untuk melanjutkan tren koreksi pada sesi perdagangan Senin (11/5/2026) usai mendapatkan tekanan jual yang cukup besar pada akhir pekan kemarin.

Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagaimana dilansir dari Market, indeks komposit tercatat anjlok sebesar 2,86 persen atau turun 204,92 poin menuju level 6.969,39 pada hari Jumat (8/5/2026).

Penurunan yang tajam tersebut berlangsung di tengah rentang pergerakan harian antara 6.969 hingga 7.186.

Walaupun melemah pada akhir pekan, secara akumulasi mingguan IHSG terpantau masih menguat tipis sebesar 0,18 persen jika dibandingkan posisi 6.956,80 pada pekan sebelumnya.

Selaras dengan adanya penguatan mingguan tersebut, nilai kapitalisasi pasar bursa juga ikut naik sebesar 0,19 persen menjadi Rp12.406 triliun dari angka sebelumnya senilai Rp12.382 triliun.

Namun, Tim Riset MNC Sekuritas memberikan peringatan bahwa dominasi tekanan jual masih menyelimuti pasar modal Indonesia saat ini.

"Saat ini, posisi pergerakan IHSG diperkirakan masih berada di bagian dari wave [v] dari wave A dari wave (2) pada label hitam atau bagian awal dari wave B dari wave (2) pada label merah," tulis MNC Sekuritas dalam riset harian, Minggu (10/5/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Analis telah memetakan skenario pergerakan indeks dengan titik dukungan atau support di level 6.921 dan 6.838.

Sementara itu, untuk tingkat hambatan atau resistance dipatok pada level 7.207 hingga 7.323 sebagai target penguatan paling dekat.

"Saat ini, posisi pergerakan IHSG diperkirakan masih berada di bagian dari wave [v] dari wave A dari wave (2) pada label hitam atau bagian awal dari wave B dari wave (2) pada label merah," tulis MNC Sekuritas dalam riset harian, Minggu (10/5/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Dalam kondisi skenario terburuk, IHSG diproyeksikan dapat jatuh hingga ke rentang 6.645-6.838, sedangkan untuk skenario terbaik memungkinkan adanya penguatan guna menguji level 7.207-7.418.

Di tengah situasi tersebut, sejumlah saham seperti AADI dan BULL memperoleh rekomendasi beli saat harga sedang melemah.

"AADI terkoreksi 3,33% ke 9,425 dan didominasi oleh tekanan jual. Kami memperkirakan, posisi AADI sedang berada pada bagian dari wave [c] dari wave B pada label hitam atau wave [iv] pada label merah," tulis MNC Sekuritas sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Saham BULL juga terpantau mengalami koreksi sebesar 4,84 persen menuju level 472 yang diikuti dengan meningkatnya tekanan jual. Analis memberikan prediksi bahwa harga saham tersebut saat ini sedang berada di fase akhir gelombang awal sebelum munculnya potensi pembalikan arah.

"Kami memperkirakan, posisi BULL saat ini sedang berada pada bagian akhir dari wave (1) dari wave [C]," tulis MNC Sekuritas sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Koreksi yang paling tajam dirasakan oleh saham INCO yang jatuh hingga 13,89 persen menuju posisi 5.425. Pihak sekuritas memberikan penilaian bahwa penurunan tersebut merupakan bagian dari struktur gelombang teknikal tertentu di dalam tren jangka pendek.

"INCO terkoreksi signifikan 13,89% ke 5,425 dan disertai dengan munculnya tekanan jual. Saat ini, posisi INCO kami perkirakan sedang berada pada bagian dari wave v dari wave (i)," tulis MNC Sekuritas sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Berbanding terbalik dengan mayoritas saham lainnya, MAPA justru terpantau menguat sebesar 5,60 persen menuju level 660 dengan volume pembelian yang tetap tinggi.

Meskipun mengalami penguatan, laju pergerakan harganya masih tertahan oleh rata-rata pergerakan 60 hari dan 200 hari (MA60 dan MA200).

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index