Indika Energy Alokasikan 95,4 Persen Capex untuk Sektor Non Batu Bara

Indika Energy Alokasikan 95,4 Persen Capex untuk Sektor Non Batu Bara
Ilustrasi PT Indika Energy Tbk (INDY) (FOTO: kabarbursa.com)

JAKARTA – PT Indika Energy Tbk (INDY) kini menjadi salah satu entitas yang sangat aktif dalam mengalihkan fokus bisnisnya dari sektor batu bara.

Strategi diversifikasi tersebut merupakan elemen vital dari transformasi dalam jangka panjang yang tengah diupayakan oleh perusahaan.

Ricky Fernando selaku Head of Corporate Communications Indika Energy menyampaikan bahwa INDY tetap konsisten dalam memperluas cakupan diversifikasi bisnisnya.

“Di sektor kendaraan listrik (EV), kami terus memperluas ekosistem secara terintegrasi, mencakup motor listrik melalui ALVA, kendaraan listrik komersial berbasis fleet-as-a-service melalui KALISTA, distributorship untuk bus listrik, dan armada listrik untuk sektor pertambangan melalui INVI,” ucap Ricky sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Di awal tahun ini, ALVA telah meluncurkan secara resmi produk motor listrik teranyar mereka, yakni seri N3 Next Gen.

Selanjutnya, pada bulan Februari, ALVA bersama KALISTA menyepakati kemitraan dengan Dash Electric, sebuah perusahaan logistik, dalam hal penyediaan infrastruktur kendaraan listrik.

Kemitraan tersebut melibatkan pemanfaatan 500 unit motor listrik ALVA N3 guna menunjang operasional logistik. Ricky menilai bahwa kerja sama ini menjadi salah satu perwujudan penggunaan motor listrik dalam skala besar di tanah air.

Tak hanya di sektor roda dua, pada awal April lalu KALISTA juga menjalin kemitraan dengan PT Prima Rajuli Sukses yang bergerak di bidang tekstil.

Perusahaan tersebut mulai menggunakan empat truk listrik untuk menopang seluruh aktivitas operasional mereka.

Di sisi lain, unit bisnis INVI pada bulan Februari telah melakukan uji coba operasional bus listrik di wilayah Semarang.

Proyek tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan Trans Semarang guna memperkuat kesiapan sarana transportasi umum berbasis listrik.

Mengenai bisnis mineral, Ricky menjelaskan bahwa kemajuan proyek tambang emas Awak Mas telah menyentuh angka 55 persen.

“Saat ini [tambang Awak Mas] berada pada tahap pengembangan lanjutan, dengan target uji coba produksi di Desember 2026 dan first gold di kuartal I/2027, seiring dengan penyelesaian konstruksi dan kesiapan operasional,” tuturnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Azis Armand yang menjabat sebagai Direktur Utama Indika Energy sebelumnya mengungkapkan bahwa sebanyak 95,4 persen dari dana belanja modal (capex) diarahkan untuk sektor non-batu bara.

Nilai total capex tersebut berada di angka US$132,6 juta yang difokuskan pada sektor hijau dan tambang emas.

“Tahun 2025 menjadi momentum penting bagi Indika Energy dalam mempercepat transisi. Dengan memprioritaskan investasi pada sektor emas dan energi bersih, kami melangkah mantap menuju struktur portofolio yang lebih tangguh dan berimbang di masa depan,” ujar Azis sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Secara keseluruhan, realisasi belanja modal INDY sepanjang tahun 2025 tercatat mencapai US$139,0 juta. Sebagian besar dana itu dialokasikan untuk mineral emas sebesar US$100,1 juta dan energi tenaga surya sebesar US$7,1 juta.

Sementara untuk bisnis batu bara, perusahaan cuma menyediakan dana pemeliharaan bagi Kideco senilai US$6,5 juta.

Azis memastikan bahwa INDY tetap menitikberatkan pada efisiensi operasional saat menghadapi dinamika pasar batu bara di tingkat global.

“Capaian laba bersih ini didukung oleh langkah strategis menurunkan beban biaya dan memperkuat fundamental keuangan,” tutur Azis Armand sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index